Browse By

Eks Sekdes Watukosek Divonis 2 Tahun

Kasus Dugaan Korupsi ADD 2013-2014

BANGIL – M Hasan Husen bakal mendekam lebih lama di penjara. Itu, setelah majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) memberikan vonis 2 tahun penjara terhadap eks sekdes Watukosek, Kecamatan Gempol, yang  jadi terdakwa kasus dugaan korupsi   Alokasi Dana Desa (ADD) setempat tahun 2013-2014 itu.

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim  pengadilan tipikor Senin (27/3). Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Agus  Hariyono menyampaikan, terdakwa Hasan Husen dianggap melanggar pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana telah diubah dengan   UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi.

Loading...

Hasan yang kala itu menjabat sebagai  Sekdes Watukosek, dianggap  memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan sendiri. Sehingga, perbuatannya tersebut, telah merugikan negara. “Atas  perbuatannya itulah, majelis hakim  pengadilan tipikor menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara,” kata Agus,  kemarin.

Bukan hanya hukuman badan yang ha rus diterima terdakwa. Sebab, ia  juga diharuskan membayar denda senilai Rp 50 juta. Bila tidak, denda uang itu akan diganti dengan kurungan  badan selama satu bulan. Selain itu, ia juga diwajibkan mengembalikan uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp 115 juta. Atau bila tidak mampu, ia harus menggantinya dengan hukuman kurungan. Lamanya, enam bulan tahanan.

Meski tampak berat, hukuman tersebut sejatinya sudah mendapatkan “diskon”  dari pengadilan. Karena di sidang  sebelumnya, JPU mengajukan tuntutan lebih tinggi. Yakni, lima tahun kurungan  penjara.  Di samping itu, ia juga dituntut untuk  mengembalikan uang kerugian negara  sebesar Rp 115 juta dengan subsider   enam bulan kurungan. Serta denda  se besar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Menurut Agus, ada beberapa hal  yang meringankan terdakwa. Salah  satuya, ia belum pernah dihukum. Sementara, hal yang memberatkan  lantaran perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemberantasan tindak pidana korupsi yang didengungkan pemerintah. Selain itu,  terdakwa juga sudah menikmati   hasilnya.

“Ia juga tak mengakui perbuatannya,” sambungnya. Atas perbuatannya itu, baik pihak   terdakwa maupun JPU Kejari Kabupaten Pasuruan memilih untuk pikir-pikir.  “Kami pikir-pikir untuk mengajukan   banding,” sampainya.

Diketahui, Sekdes Watukosek nonaktif,  M. Hasan Husen terseret kasus dugaan  korupsi ADD Watukosek 2013-2014. Dalam sidang sebelumnya, Hasan Husen berkilah tak mengorupsi dana tersebut. Ia hanya meminjam  uang negara  itu. Pengakuan itu dilontarkannya, dalam sidang pemeriksaan dakwaan. (radar)