Browse By

Bawa 0,4 Gram Sabu, Pengangguran Dibekuk

MAYANGAN – Roni Abdullah, 23, warga Jalan KH Abdurrahman Wahid, RT 3/RW 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, diamankan Polres Probolinggo Kota karena menyimpan sabu. Ia ditangkap Selasa (7/3) lalu, sekitar pukul  22.30 di Jalan Mastrip, Kelurahan/ Kecamatan Kedopok.

“Pelaku diamankan petugas lantaran terbukti membawa sabu seberat 0,24 gram yang diletakkan di dalam sedotan  berwarna merah. Sedotan itu dipotong kecil. Sedotan yang berisi sabu tersebut, disimpan di saku celana   panjang sebelah kanan,” terang  Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi saat rilis, kemarin (29/3).

Akibat kepemilikan barang  haram itu, Roni dikenakan pasal 114 dan 112 ayat 1 UU RI Nomor  35/2009 tentang Narkotika. Ia  terancam meringkuk di penjara minimal 5 tahun dan denda Rp   1 miliar. “Roni mengaku membelinya seharga 450 ribu pada DK yang saat ini masih menjadi   buron,” imbuhnya.

Loading...

Tak hanya sabu-sabu, polisi juga  menunjukkan enam pelaku pengedar pil trihexyphenidyl maupun dextro. Dari ketujuh pelaku, polisi   menyita barang bukti (BB) berupa pil trihexyphenidyl sebanyak 514   butir dan dextro 406 butir.

Enam pelaku di antaranya, Mohammad Karsum, 25, warga  Desa Posangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ia ditangkap Sabtu (25/2) lalu pukul 17.00 di desanya sendiri. Pada saat diamankan, ditemukan 80 butir trex beserta  uang tunai Rp 50 ribu.

“Petugas mengamankan tersangka, saat selesai menjual pil tersebut. Terdapat 10 butir trex   dalam lipatan sarung, serta 70  butir pil trex di dalam dus sepatu,” pungkasnya. Kemudian, Slamet Ahmad Fatoni, 35, warga Jalan Kelud, Kelurahan  Ketapang, Kecamatan Kademangan;  Bahrul Hidayat, 20, warga Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas; Agus Junaidi, 35, warga Desa Sentulan,  Kecamatan Banyuanyar; Imron Wahyu Praseto, 20, warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces; dan Wage, 25, warga Desa Jorongan,   Kecematan Leces.

Kompol Djumadi mengungkapkan, akibat perbuatanya, keenam  tersangka pil edar farmasi itu terancam pasal 197 ayat 1 UU RI   Nomor 36 Tahun 2009 tentang   Kesehatan. Dengan ancaman penjara, paling lama 15 tahun dan  denda Rp 1,5 miliar. Pelaku peredaran pil itu, tak hanya mendapat  barang haram itu dari satu pemasok saja. (radar)