Browse By

Sungai Welang Meluap, Jalur Pantura Sempat Ditutup 3 Jam

GADINGREJO – Luapan Sungai Welang akibat hujan deras, kembali menyebabkan banjir pada Minggu (26/3) malam lalu. Seperti yang sudah-sudah, luapan air sungai itu membuat akses jalan di jalur pantura, di Desa Tambakrejo, Kecamatan  Kraton, Kabupaten Pasuruan, ditutup selama 3 jam.

Jalur pantura mulai ditutup sekitar pukul 22.00. Hal  itu dilakukan lantaran kondisi jalan yang digenangi air banjir, membahayakan pengguna jalan. Arus lalu lintas kemudian dialihkan ke jalur selatan dengan melewati Purwosari. Baru sekitar pukul 01.00 kemarin (27/3), arus lalu lintas baru dibuka.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bromo, banjir tersebut melanda dua kecamatan di Kota  dan Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, air banjir yang diperkirakan mencapai 1,5 meter itu, menggenangi ratusan rumah warga. Yakni, di Blok Karangasem dan Rujak Gadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Loading...

Sekretaris BPBD Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengatakan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi di kawasan hulu sejak sore hari.  Tepatnya, beberapa titik yang termasuk lereng Gunung Arjuno.  Seperti Kecamatan Sukorejo,   Kecamatan Purwosari, dan Kecamatan Purwodadi di Kabupaten Pasuruan.

Termasuk di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Air yang tak tertampung mulai naik sekitar pukul 18.00. Gangsar memperkirakan, kenaikan air tersebut mencapai setengah meter per jam. Hingga pukul  19.30, air langsung masuk ke  perkampungan dan menggenangi rumah warga.

“Sebelumnya, warga sudah kami imbau untuk mengamankan barang-barang dan mengungsi di posko yang telah disediakan. Namun, kebanyakan   warga memang lebih memilih untuk tetap tinggal, menunggu air surut seperti biasanya,” jelasnya.

Salah seorang warga di Karangasem, M. Nizar mengungkapkan, memang ada beberapa warga yang mengungsi di musala dan pabrik terdekat. Namun, ia tak menampik banyaknya warga yang enggan mengungsi lantaran seringnya banjir yang melanda kawasan tersebut.

Ia menyebut, warga setempat termasuk dirinya hanya berupaya mengamankan sejumlah  perabotan yang riskan terhadap air, terutama peralatan elektronik. “Kebanyakan warga sudah menyiapkan kayu penyangga untuk mengamankan perabotan. Bahkan ada yang berbulan-bulan belum diturunkan,” katanya.

Banjir tersebut sejatinya bukan  merupakan kali pertama. Sejak  awal tahun lalu, sedikitnya 20  kali banjir melanda kawasan tersebut. Terparah, sebanyak 4 kali banjir yang meluber ke ruas jalan. Hingga menyebabkan pengalihan arus lalu lintas.

Sementara itu, hujan semalaman yang terjadi di Desa Kedawung, Kecamatan Grati dan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, juga menyisakan genangan air. Dengan ketinggian 30 sentimeter, genangan air banjir melanda sejumlah rumah warga.

Bahkan, di Desa Sambirejo, meluber ke jalan dan gerbang SD Negeri setempat. Akibatnya,  jalur pantura di Kecamatan Rejoso sempat mengular sepanjang  5 kilometer. (radar)