Browse By

Pastikan Penculikan Anak Hanya Isu

Polres Temui MUI

KRAKSAAN – Isu kasus penculikan anak yang ramai di kalangan masyarakat, juga terjadi di dua wilayah Kabupaten Probolinggo.  Beberapa hari lalu, di Kecamatan  Banyuanyar dan Lumbang, ada pengeroyokan terhadap orang gila yang dituding sebagai pelaku  penculikan.

Mendapati itu, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara  Syarifuddin mengimbau masyarakat tidak latah dalam menyikapi isu penculikan anak ini. Kemarin, pernyataan itu disampaikan Arman ketika menemui pengurus  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo.

Loading...

Arman mengatakan, pihaknya cukup serius merespons isu penculikan anak yang menyebar di tengah masyarakat. Karenanya,  pihaknya menemui MUI untuk berkoordinasi mengenai masalah  ini. “Kami harap masyarakat tidak  latah dalam hal isu penculikan anak ini. Sebab, isu penculikan  anak itu tidak pernah ada, baik  di Kabupaten Probolinggo maupun di daerah lain,” ujarnya usai  bertemu dengan MUI, kemarin.

Menurutnya, dua kali kejadian isu penculikan yang terjadi di wilayah Banyuanyar dan Lumbang, itu tidak benar. Masyarakat  yang latah menyebabkan orang  gila jadi korban amuk massa  karena dituding sebagai pelaku  penculikan anak. Padahal, tidak ada bukti dua orang gila itu membawa anak kecil dan lainnya.

“Sudah kami pastikan orang  yang sempat dimassa itu orang  gila. Itu, setelah ada surat dari  rumah sakit jiwa di Malang atas  kon disi orang yang dimassa itu,”  ujar perwira dengan dua melati di pundaknya itu. Arman mengatakan, pihaknya menemui MUI untuk koordinasi  soal makin resahnya masyarakat  terhadap isu penculikan anak yang  tidak benar ini.

Karenanya, pihaknya mengharapkan koordi nasi   dengan MUI bisa menyebarluaskan isu penculikan anak itu merupakan  berita bohong atau hoax.  Karenanya, melalui MUI, pihaknya berharap kabar ini bisa disebarkan ke masjid-masjid dan pesantren di Kabupaten Probolinggo.

“Kami sudah mengeluarkan maklumat soal isu penculikan anak itu merupakan berita hoax. Video yang beredar itu merupakan kejadian di India dan bisa kami buktikan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin Abdurrohim mengatakan, koordinasi MUI dan Polres merupakan rutin.

Terutama, yang berhubungan dengan masalah sosial masyarakat. Terakhir ini, isu   penculikan anak tengah beredar dan meresahkan masyarakat. Nantinya, pihaknya melalui masjid-masjid besar di 24 kecamatan untuk menyampaikan informasi isu penculikan anak itu tidak benar  alias hoax.

“Masyarakat diharapkan untuk tidak panik dalam menyikapi  isu penculikan anak itu. Karena  isu itu tidak pernah terjadi,” ujarnya. (radar)