Browse By

Jalani Melasti sebelum Nyepi

SUKAPURA – Ratusan umat hindu di Lumajang, Pasuruan, Malang, dan Probolinggo, berbondong-bondong mendatangi Gunung Widodaren yang berada di belakang Gunung Bromo. Mereka melaksanakan ritual atau upacara  Melasti.

Ritual ini dilakukan untuk menyucikan diri jelang hari raya Nyepi. Ritual tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 dan selesai sekitar pukul 12.30. Umat Hindu di empat daerah tersebut tampak khusyuk mendengar doa-doa yang dibaca.

Loading...

Pengempon Pura Darma Bhakti Kota Probolinggo, I Wayan  Nyoman Harayasa mengatakan,  dalam ritual tersebut, selain menyucikan diri, umat Hindu juga menyucikan jempana atau sejenis sajian maupun senjata.

“Senjata disini bukan berarti senjata pada umumnya. Namun,  senjata bisa berupa bendera, payung, serta tongkat,” terangnya. Setelah melakukan ritual, umat Hindu dianjurkan langsung pulang ke rumah. Mereka dilarang mampir atau singgah ke tempat lain.

Kecuali hanya sekedar beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Nyoman Harayasa menjelaskan, ritual Melasti bisa dilakukan dimana saja, asalkan ada sumber mata air terdekat. Sumber mata  air di Gunung Widodaren sendiri dipandang baik, karena muncul dari dalam pasir. Itu sebabnya, ia memilih melaksanakan ritual  tersebut di Gunung Widodaren.

“Air disana (sumber mata air Widodaren, Red) termasuk air  suci. Sehingga tidak sedikit umat  yang datang membawa botol untuk mengambil air dari sumber tersebut. Selanjutnya di bawa pulang dan diminum di rumah,” katanya.

Neki Wahyuni, 31, warga Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mengatakan, selepas menjalani ritual Melasti ini, ia merasa lebih tenang menyambut hari raya Nyepi. “Untuk saat ini, setelah saya mendengar doa-doa serta melakukan upacara Melasti ini, saya  merasa lebih tenang,” terangnya.

Senada dengan itu, Anto, 23,  warga Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mengatakan, upacara Melasti yang dijalankan suku Tengger Probolinggo, berbeda dengan Bali. Di Bali setiap warga Hindu biasanya  wajib melakukan upacara Melasti. Sementara di Probolinggo, tidak semua datang. (radar)