Browse By

Blaar, Buruh Tani Tewas Terkena Lontaran Batu Tambang

GEMPOL – Aktivitas tambang di Kabupaten Pasuruan kembali memakan korban jiwa. Setelah dua bocah tewas akibat tenggelam di kubangan bekas galian tambang pasir di Kelurahan Gratitunon akhir tahun silam, Kamis (23/3) lalu aktivitas  tambang hingga menyebabkan nyawa manusia melayang kembali terjadi.

Kali ini, aktivitas itu terjadi pada tambang batu di Dusun Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol. Korban yang bernasib nahas  itu diketahui bernama Ja’i, 50, warga Dusun/Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Lelaki yang  sehari-harinya buruh tani tersebut, terkena lontaran batu tambang, sesaat PT Berkat Granite melakukan peledakan dilokasi tambangnya. Celakanya, ledakan itu melontarkan sejumlah batu tambang. Hingga salah  satunya mengenai Ja’i.

Loading...

Akibatnya, Ja’i yang terkena lontaran batu tambang di bagian punggung tersebut, mengalami luka parah. Lelaki ini sempat hendak dilarikan ke RS Mitra Sehat Medika Pandaan. Sayang, nyawanya tak mampu diselamatkan. Ja’i tewas saat perjalanan, sebelum tiba di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.30.  Sore itu Ja’i baru saja pulang dari menggarap lahan sawah di Desa Sumbersuko. Dia hendak pulang dan harus melintasi pematang sawah yang ditumbuhi padi.

Karena kelelahan, Ja’i rupanya beristirahat di jalan pematang sawah sembari duduk. Di saat yang sama, sore itu PT Berkat Granite sedang punya agenda. Perusahaan tersebut hendak melakukan peledakan untuk aktivitas tambangnya.

Segala persiapan sesuai standar prosedur, sudah dilakukan. Termasuk mensterelisasi kawasan sekitar dengan melibatkan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI. Belum diketahui apa jenis bahan peledak yang digunakan perusahaan tambang ini.

Pihak perusahaan sudah mengerahkan petugas dari Polsek dan Koramil Gempol untuk sterilisasi wilayah. Begitu dirasa sudah aman, peledakan dilakukan. Kira-kira enam  kali peledakan dilakukan. Ledakan yang terakhir inilah diduga   melontarkan batu tambang.

Diluar dugaan, ada batu yang terlontar jauh dari lokasi tambang. Ada yang mengenai atap sebuah musala di dekat lokasi. Nah, salah satunya ada yang mengenai Ja’i, yang saat itu sedang  duduk di pematang sawah.  “Setelah ada ledakan, dalam hitungan detik ada sebuah batu terlempar jauh dan menimpa tubuh korban. Saya dan warga  lainnya tahu setelah ada suara asbes sebuah kamar mandi di  lokasi makam pecah,” ucap Mustofa, salah seorang saksi mata sekaligus warga setempat.

Saat itulah warga maupun karyawan PT Berkat Granite mendengar ada suara teriakan minta tolong. “Ternyata, Wak Ja’i (korban, Red). Seketika itu petugas dan pengelola tambang menuju lokasi Ja’i,” beber salah satu pegawai PT Berkat Granite yang  enggan namanya dikorankan.

Saat itu, mereka melihat Ja’i sudah terkapar dan tak sadarkan diri, namun kondisinya masih hidup. Ja’i ditemukan tergeletak di areal  persawahan, mengalami luka lengan tangan kiri atas robek dan punggung bawah sebelah kiri memar.

Pengelola tambang maupun  aparat, juga terkejut. Sebab, lokasi tambang dengan korban cukup jauh, yakni 500 meter.  Merasa korban bisa diselamatkan, pengelola tambang ikut  bertindak. Mereka mengambil mobil bak terbuka dan hendak mengantarkan Ja’i ke RS Mitra Sehat Medika Pandaan lantaran tempat medis ini yang paling  dekat dengan lokasi kejadian.

Namun, sebelum tiba di rumah  sakit, Ja’i meregang nyawa. Sesampainya di RS Mitra Sehat Medika, korban sempat divisum.  Bahkan, saat itu polisi hendak melakukan otopsi. Namun, keluarga korban yang datang menolak, sehingga sore itu juga langsung dibawa kembali pulang ke rumah duka. Dan, malam harinya yakni ketika magrib, jenazah  korban dimakamkan di tempat   pemakaman umum dusun setempat.

Di sisi lain, pengelola PT Berkat Granite menanggapi kejadian ini. Adalah Giyanto, kepala keamanan perusahaan yang memberikan keterangan. Dia menyatakan, insiden yang dialami Ja’i di luar dugaannya. “Kami akan bertanggung jawab  sepenuhnya atas kejadian ini, termasuk pula memberikan santunan ke pihak keluarga korban. Ini semua di luar prediksi  dan tidak ada unsur kesengajaan sama sekali,” katanya.

Disinggung terkait perizinan, Giyanto menyebutkan, perusahaan tempat ia bekerja memiliki kelengkapan. PT Berkat Granite  sudah berdiri lama yakni puluhan tahun lalu. Namun, dalam perjalanannya sempat lama vakum, hingga beberapa tahun terakhir  mulai beroperasi kembali.

Giyanto juga memaparkan bagaimana standar aktivitas  peledakan. Giyanto menyebutkan, ledakan memakai pemicu  dari detonator. Sayang dia tidak merinci apa jenis bahan peledak  yang digunakan. Dia hanya menyebut, ledakan dibuat dari sejumlah zat kimia.

Saat proses peledakan berlangsung, di lokasi tambang maupun jalan umum yang ada dilakukan  sterilisasi. Di antaranya bahkan melibatkan aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Gempol. Termasuk pula karyawan dan perangkat desa setempat pun dilibatkan untuk pengamanan jalan. Agar  kendaraan ataupun pesepeda dan   pejalan kaki tak melintas.

“Pelaksanaan proses peledakan kami lakukan sesuai dengan prosedur, di setiap kali melakukan peledakan batu. Termasuk Kamis (23/3) lalu,” tukasnya. Adanya aparat yang ikut mengamankan saat peledakan dilakukan, dibenarkan Kapolsek Gempol Kompol I Nengah Darsana.

“Proses peledakan batu di lapangan melibatkan polisi dan Koramil serta perangkat desa.  Termasuk pula ada sirine, penanda untuk aba-aba akan dilakukan ledakan. Kami yang berada di jarak sekitar 300 meter aman, tak tahunya ada korban tertimpa batu di jarak 500 meter,”ungkapnya saat dihubungi koran ini via telepon siang kemarin (24/3). (radar)