Browse By

Jembatan Desa Sumberagung Ambrol

DRINGU – Tingginya debit air sungai di Dusun Dahlia, Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, membuat plengsengan didekat jembatan setempat, jebol. Beruntung, tidak ada korban saat plengsengan penghubung tiga dusun tersebut jebol.

Namun, kondisi jalan dan jembatan tersebut rawan putus total, jika  terjadi banjir susulan. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, plengsengan yang jebol  itu tepat berada di bibir jembatan sisi timur. Separo dari jembatan longsor, akibat plengsengan jebol.

Nah, selama ini jembatan tersebut merupakan akses penghubung Dusun Dahlia, Dusun Melati, dan Dusun Mawar.  Kepala Desa (Kades) Sumberagung Elmidi saat ditemui di lokasi mengatakan, plengsengan itu jebol Selasa lalu (21/3),   sekitar pukul 21.30.

Loading...

Jebolnya plengsengan itu disebabkan hujan yang turun sejak siang hari. Akibat hujan deras itulah, ketinggian air di sungai desa setempat naik.  Setelah kejadian tersebut, El-midi mengaku jika pihak desa dan warga pun langsung  memasang pagar bambu untuk mengantisipasi adanya banjir susulan   di sungai tersebut. Pasalnya,tidak menutup kemungkinan  debit air di sungai tersebut kembali tinggi.

“Kemarin (Rabu, Red) juga ada  petugas dari BPBD (Badan  Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas PU (Pekerjaan Umum) yang turun meninjau langsung lokasi plengsengan jebol. Sudah diukur plengsengan yang jebol itu, lebarnya 3,5   meter dan ketinggiannya hampir 4 meter,” terangnya.

Karena itu, pihaknya berharap plengsengan itu segara diperbaiki dan tidak sampai jembatan putus. “Plengsengan dan jem-  batan ini dibangun sudah lama,   sekitar 20 tahun lalu. Sudah  waktunya diperbaiki lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Probolinggo rijono membenarkan perihal plengsengan yang jebol tersebut. Untuk melakukan perbaikan di jembatan itu, pihaknya menunggu  analisis dari BPBD setempat.

Nantinya, BPBD akan menentukan, apakah murni bencana  atau tidak. Kalau memang murni bencana, nantinya menurut Prijono, bisa diajukan lewat  dana Tidak Terduga (TT). “Nanti bisa menggunakan dana tidak  terduga, kemudian bidang sumberdaya air di Dinas PU yang  akan menggarapnya,” terangnya.  (radar)