Browse By

Gadis “Dikerjai” Kuli Bangunan

Korban Diancam dengan Pisau

MAYANGAN – Sugianto, 39, warga Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dibekuk Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Rabu (15/3) lalu sekitar pukul 15.00. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu, ditangkap karena  dilaporkan telah “mengerjai” NA, gadis 11 tahun asal Kecamatan Sumberasih.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa tersebut terjadi Rabu (8/3) pekan sebelumnya. Saat itu, pelaku menguntit NA yang tengah mengendarai motor bersama kekasihnya. Ketika NA dan kekasihnya melintasi area persawahan, Sugianto lantas menghentikan laju kendaraan sepasang kekasih ini.

Loading...

Dengan berlagak, Sugianto menuding bocah ingusan ini telah berbuat mesum. Tentu saja, kekasih NA yang merasa tak melakukan tindakan tak senonoh yang dituduhkan, membantah tudingan tersebut. Sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan kekasih NA itu.

Karena provokasinya tak berhasil, Sugianto kemudian mengelurkan sebilah pisau untuk menakuti kekasih NA. Benar saja, karena diancam dengan  pisau itu, kekasih NA tersebut kabur dengan motornya. Ia meninggalkan NA yang termangu sendirian melihat kejadian itu.

Setelah itu, dengan berpura-pura, Sugianto menawarkan bantuan untuk mengantar NA ke rumah orang tuanya. Sesampai di rumah orang tua NA, akal  bulus Sugianto kembali muncul. Kepada ayah NA, Sugianto lagi-lagi menuding NA telah berbuat  mesum dengan pacarnya. Tentu saja, ayah NA marah mendengar informasi tersebut.

“Pelaku mengatakan bahwa NA telah  berhubungan badan dengan pacarnya. Setelah itu, pelaku pamit pulang,” terang Kasat Reskrim  Polres Probolinggo Kota AKP Suwancono pada sejumlah wartawan  dalam rilis, kemarin (23/3).

Ternyata, pelaku tak benar- benar pergi.  Dia memantau kondisi rumah korban dari jauh.  Sementara itu, ayah NA langsung memarahi anaknya atas laporan tersebut. NA kemudian diusir oleh ayahnya dan memitanya  pulang ke rumah ibunya. Diketahui, orang tua NA selama ini  pisah rumah dan tidak harmonis.

“NA diusir dan disuruh pulang ke rumah ibunya. Diketahui orang tua NA broken home,” imbuhnya. Akhirnya NA keluar rumah tanpa tahu mau kemana karena tidak berniat ke rumah ibunya.  Pelaku yang berada tak jauh dari rumah korban, lantas menghampiri korban dan kembali  menawarkan bantuan untuk mengantar ke rumah ibunya.

Namun, itu hanya aksi licik pelaku untuk memperdaya korban. NA tak diantar pulang seperti janjinya, melainkan diajak berkeliling hingga pukul 22.00.  Setelah puas berkeliling dengan motor, pelaku membawa korban ke area persawahan di  dekat kantor Kelurahan Triwung   Lor, Kecamatan Kademangan.

Pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya dengan menyetubuhi korban. Semula, korban hendak berteriak, namun pelaku langsung mengelurkan sebi lah pisau dan mengancam akan  membunuhnya.  “Jika berteriak, pisau ini akan   tembus ke perutmu,” ujar AKP  Suwancono menirukan perkataan pelaku.

Beberapa saat kemudian, ada sejumlah warga  yang memergoki aksi bejat pelaku. Korban yang merasa mendapat bantuan, langsung berteriak agar mendapat pertolongan. Mengetahui jiwanya terancam, pelaku langsung kabur ke arah  barat. Sementara korban, ditolong oleh warga yang melintas.

“Meski aksinya ketahuan warga,  namun pelaku sudah menyetubuhi korban. Selanjutnya, warga setempat mengantarkan NA  ke Mapolresta,” katanya. Selama ini, Sugianto memiliki  catatan kriminal pernah masuk penjara dalam kasus pencurian  hewan.

Akibat ulahnya tersebut, pelaku terancam pasal 76d juncto pasal 81 UU Nomor 35/2014  tentang Perlindungan Anak  dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa pisau yang digunakan untuk menakuti korban,   serta pakaian dalam korban.  (radar)