Browse By

Ratusan Massa Demo PT Ipmomi

Polres Gelar Simulasi Pam Obvit PLTU

PAITON – Ratusan warga mendemo di PT Ipmomi PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kemarin (22/3), mereka beraksi karena tidak puas atas proses  lelang besi tua yang dilakukan manajemen PT Ipmomi PLTU Paiton. Mereka menilai,  penetapan pemenang lelang tidak transparan.

Ratusan massa itu mulai tiba di PLTU sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka memaksa masuk untuk menemui pihakma najemen. Namun, satpam setempat melarang dan menjaga ketat pagar  pintu masuk. Massa yang tidak terima, ada yang berusaha masuk dengan naik  pagar.

Loading...

Jelas upaya ini dilarang satpam. Tak lama kemudian, petugas kepolisian  dari Polres Probolinggo, merapat ke PT  Ipmomi untuk membantu pengamanan.  Upaya tim negosiator Polres Probolinggo yang berusaha meredam aksi massa  gagal.

Bahkan, kemudian datang ratusan  massa susulan, sehingga membuat suasana makin panas. Ratusan massa pendemo terus mendorong petugas kepolisian dan memaksa masuk ke PT Ipmomi. Aksi saling dorong antar petugas kepolisian dengan massa  pun terjadi.

Akhirnya, pihak kepolisian  mendatangkan mobil water canon untuk menghalau massa. Tapi, massa makin tak terkendali dengan melempari petugas  dengan botol air minum. Melihat itu, Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Istono memerintahkan  menyemprotkan air water canon pada  pendemo. Tapi, massa tetap bertahan  dan terus berusaha masuk.

Bahkan, mobil water canon sampai kehabisan air.  Sehingga, komandan Kompi Dalmas  memerintahkan petugas menembakkan flash ball atau tembakan gas air mata  ke arah pendemo. Karenanya, konsentrasi massa pecah dan mulai mundur. Mereka berhasil  di halau sampai meninggalkan lokasi.

Dilanjutkan, petugas kepolisian membentangkan kawat berduri guna mengamankan lokasi dan menutup akses menuju PT Ipmomi PLTU Paiton. Itulah bagian dari kegiatan simulasi pengamanan objek vital (obvit) PLTU Paiton, kemarin.

Kapolres Probolinggo  AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui  Kabag Ops Kompol Budi Sulistianto mengatakan, aksi demo itu merupakan  latihan pengamanan obvit. “Dalam simulasi ini kami kerahkan semua peralatan  dan secara maksimal. Supaya bila terjadi  yang tidak diinginkan di obvit,  anggota  sudah terlatih dan siap menghadapi  massa,” ujarnya, kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurutnya, PLTU merupakan obvit nasional yang diatur dalam undang-undang. Sedangkan, pengaman obvit juga sudah harus terlatih dan selalu siap. “Dalam latihan simulasi pengamanan obvit ini kami kerahkan   1 SSK Dalmas dan 25 personel negosiator,” ujarnya. (radar)