Browse By

Perbaikan JLU Kota Probolinggo Dilakukan Dua Tahap

Sampai November 2017

MAYANGAN – Perbaikan Jalur Lingkar Utara (JLU) Kota Probolinggo akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa normalisasi jalan yang rusak. Sedangkan tahapan kedua adalah konstruksi. Hal ini diungkapkan Purnyoto,  Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII  Jawa Timur dan Bali.

Pada tahap  pertama, normalisasi dilakukan dengan menguruk jalan yang rusak. Tahapan normalisasi ini dilakukan sejak pertengahan Maret, dengan jangka waktu 90 hari. “Ada warga di sekitar JLU yang menyayangkan perbaikan jalan karena hanya diuruk.

Loading...

Padahal, proses pengurukan ini baru tahap pertama, yaitu normalisasi jalan. Setelah itu ada tahapan konstruksi,” terangnya. Untuk tahapan konstruksi, dilakukan mulai Mei sampai 10 November 2017. Tahapan ini  di lakukan dengan pembangunan  jalan rigid atau beton.

Di JLU Kota Probolinggo, perbaikan akan dilakukan sepanjang 1,6 Km. Ada 10 titik jalan yang  akan diperbaiki. Terbentang  mulai Jalan Anggrek, Ikan Tongkol, Lintas Utara, Gajah Mada, dan Jalan Raden Wijaya.  “Untuk konstruksi jalan, tidak  harus menggunakan tulangan. Tulangan hanya digunakan di bagian sambungan,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan drainase dan trotoar di jalan nasional, menurut Purnyoto, bisa  dilakukan Pemkot Probolinggo sendiri. “Seperti di Sidoarjo, kami yang meninggikan drainase. Sedangkan pembuatan trotoar tetap oleh daerah masing-masing,”  ujarnya.

Pembuatan trotoar diserahkan  ke daerah masing-masing karena setiap daerah memiliki desain  berbeda untuk pembuatan trotoar. Penjelasan Purnyoto ini menjawab pertanyaan Budiono Wirawan, kepala Bappeda dan Litbang Kota Probolinggo tentang  siapa pihak yang berwenang membangun drainase di jalan  nasional, sehari sebelumnya.

Budi sempat menanyakan pihak yang wajib membangun drainase  di jalan nasional. Seperti drainase  di Jalan Anggrek. Sebagai informasi, perbaikan JLU Kota Probolinggo merupakan bagian dari perbaikan jalan di  Pasuruan dan Probolinggo oleh  BBPJN VIII dengan total anggarannya Rp 43,9 miliar. Perbaikan  ini meliputi rekonstruksi dan perawatan jalan. (radar)