Browse By

Akses Wisata Putus, 1.700 KK Kesulitan Air Bersih

LUMBANG – Pemkab Probolinggo bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di jalan Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, pada Senin (20/3) lalu. Kemarin (21/3), pemkab menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran yang ketebalannya mencapai 3 meter.

Namun, alat berat jenis buldoser yang diterjunkan, belum mampu membersihkan material longsoran tersebut. Rencananya, pemkab akan menerjunkan ekskavator agar material longsoran bisa dibersihkan. Camat Lumbang Bambang Heriwahjudi mengatakan, longsor yang terjadi di jalur menuju wisata Madakaripura, Lumbang,  itu cukup panjang dan tebal.

Selain itu, banyak batu ukuran besar yang ikut longsor. Sehingga, dibutuhkan ekskavator untuk membersihkan jalur itu dari tanah  dan batu longsor.  “Tadi sudah diturunkan alat berat buldoser. Tapi, ternyata tidak mampu karena longsor begitu  tebal. Jadi, harus diturunkan alat   berat ekskavator,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, di sela-sela pembersihan kemarin.

Loading...

Selama proses pembersihan longsor belum selesai, jalur menuju wisata Madakaripura tidak bisa dijangkau. “Kalau cuaca  memungkinkan, kami terus bergerak membersihkan longsoran  itu. Tapi, kalau turun hujan atau   cuaca mendung gelap. Kami hentikan proses pembersihan  longsor. Karena kami tidak ingin ada korban akibat longsor susulan,” ungkapnya.

Selain menyebabkan akses  menuju jalur wisata air terjun  Madakaripura putus, dampak lain dari longsor tersebut, yaitu  jebolnya pipa air bersih dari  sumber mata air Madakaripura  ke dua desa. Yaitu, Desa Branggah dengan 1.000 kepala keluarga (KK) dan Desa Negerorejo  dengan 700 KK.

Diperkirakan, ribuan KK di dua  desa itu pun akan kesulitan air  bersih. Sebab, air bersih dari  pipa tersebut, merupakan sumber mata air utama warga dua  desa. Karenanya, sambil menunggu perbaikan pipa air bersih, warga mencari air bersih dari  desa terdekat yakni Lumbang  atau sumber air lainnya.

“Selama longsor itu belum dibersihkan, perbaikan pipa air  bersih tidak bisa dilakukan.  Tapi, kami sudah sampaikan ke  BPBD terkait dampak bencana longsor ini,” terangnya.  Sementara itu, Kepala Dinas PU  dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pihaknya sudah menurunkan alat berat buldoser untuk  membantuk proses pembersihan   longsor. Tetapi, jika ternyata harus menurunkan ekskavator, maka  pihaknya akan menyiapkan.

“Kami langsung siapkan ekskavatornya kalau memang dibutuhkan.  Mungkin besok sudah bisa dipakai,” tambahnya.  Diberitakan Jawa Pos Radar  Bromo sebelumnya, bencana longsor kembali terjadi di jalan menuju tempat wisata Air Terjun Madakaripura. Akibatnya, tiga motor penjaga loket Air Terjun Madakaripura tertimbun longsor.

Lokasi longsor ini tidak jauh   dari longsoran dua bulan lalu.  Longsor kali ini terjadi kemarin  sekitar pukul 13.00 WIB. Ben- cana ini menutup jalan sepanjang  300 meter dengan tinggi material longsor sekitar 3 meter. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam  bencana ini.

Pihak BPBD Kabupaten Probolinggo langsung berkoordinasi dengan Koramil, Polisi Hutan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Mereka melakukan identifikasi dan evakuasi.  Pertama, mencari 3 motor milik   penjaga loket wisata yang tertimbun longsor. (radar)