Browse By

Termakan Isu Santet, Habisi Paman Mertua

PAKUNIRAN – Solihin, 29, tersangka kasus pembunuhan terhadap Sukari, 57, warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya dibekuk. Tersangka yang sempat buron selama setahun 17 hari itu  berhasil dibekuk anggota Polres  Pakuniran, Jumat (17/3) malam.

Kemarin (20/3), tersangka di beber kepada awak media. Dihadapan media, tersangka tak segan menceritakan perbuatan  nekatnya membacok Sukari. Meski, korban yang disebut tersangka punya ilmu santet itu masih paman  dari almarhumah istrinya, Rohmatun Nurusilmi, 24.

Tersangka mengatakan, sebulan  sebelum istrinya melahirkan anak pertamanya tahun lalu, sakit-sakitan. Selama sakit itu, almarhumah sering bermimpi  korban. “Istri saya sering mimpi di kasih makanan dan digigit korban,” ujar Solihin di Mapolsek  Pakuniran, kemarin.

Loading...

Mendapati itu, menurut Solihin, pihaknya menduga almarhumah disantet oleh korban. Namun, pihaknya tak berbuat banyak dan hanya berharap istrinya sembuh. Selang sebulan, istrinya melahirkan.  Usai melahirkan, almarhumah makin sering sakit-sakitan.

Ketika anaknya berusia sekitar  3 bulan, sakit almarhumah makin parah. Dua hari sebelum istrinya meninggal pada 27 Februari 2016,  tersangka mendatangi rumah korban yang hanya berjarak satu rumah dengan rumahnya.

Kepada  korban, tersangka meminta di doakan agar istrinya cepat sem buh. Tersangka mengaku saat itu diberi  air untuk diminumkan kepada istrinya. “Setelah minum air dari korban, istri saya tambah parah  sampai berak lumpur,” ujarnya.

Mendapati istrinya meninggal, usai Magrib tersangka mendatangi rumah korban. Saat itu tersangka mengajak korban mengajikan almarhumah. Tapi, menurut tersangka, korban tersinggung dan sempat memukulnya. Karenanya,  tersangka naik pitam dan kabur  ke dapur.

Di dapur tersangka menemukan celurit di dinding gedek rumah korban. Celurit itulah yang menjadi senjata tersangka membacok  korban dan menyebabkannya  tewas. Bacokan tersanga mengarah ke kepala dan bahu kanan korban. Bacokan sedalam 6 senti meter itu tembus ke paru-paru korban.

“Saya hanya dua kali membacok korban. Setelah itu  saya lari ke gua,” ujarnya. Di gua di Dusun Sukarsari, Desa  Ranon, Kecamatan Pakuniran,  tersangka bertahan tiga hari. Untuk menyambung hidup, tersangka mengaku memakan rumput dan pisang. Setelah tiga hari,  tersangka berjalan kaki menuju  Desa Jabung, Kecamatan Paiton.

Dari Paiton tersangka nggandol truk dan akhirnya sampai di Wonosobo, Jawa Tengah.  Jumat (17/3), tersangka pulang  ke rumah asalnya di Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 19.30 WIB,  tersangka bertamu ke rumah salah  seorang temannya di Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk.

Rupanya,  kepulangan korban didengar polisi. Sehingga, anggota Polsek Pakuniran langsung membekuknya. Atas perbuatannya, tersangka  terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Menurut Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, tersangka melanggar pasal 338 joncto pasal 340 KUHP tentang Pembu nu han Berencana.  “Korban sempat memukul tersangka, sehingga tersangka naik pitam  dan membacok korban,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • berita kecamatan pakuniran