Browse By

Perbaikan Jalan Sedot Rp 43,9 Miliar

Mulai Pasuruan hingga Probolinggo

MAYANGAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII (BBPJN VIII) Jawa Timur dan Bali, mengalokasikan anggaran besar untuk perbaikan  jalan di Pasuruan dan Probolinggo.

Tak tanggung-tanggung, anggaran Rp 43,9 miliar digelontorkan untuk memperbaiki jalan rusak di 4 daerah. Yakni, Kota/Kabupaten Probolinggo dan Kota/Kabupaten Pasuruan. Rincian peruntukan anggaran  tersebut, yakni mulai perbaikan   jalan sepanjang 3,6 kilometer dan perawatan jalan sepanjang  112,15 kilometer.

Loading...

Untuk perbaikan, di Kota Probolinggo, ada sekitar 10 titik. Yakni, sepanjang Jalur Lingkar Utara (JLU), mulai   Jalan Anggrek hingga Jalan Raden Wijaya. Jaraknya sepanjang 1,6  kilometer.  Sementara di Pasuruan, perbaikan mulai Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten  Pasuruan, sampai Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Jalan yang  diperbaiki di titik tersebut sepanjang 2 kilometer.  Adanya perbaikan dan pera- watan jalan di empat daerah itu, terungkap saat digelar pertemuan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di Kantor Dinas Pekerjaan Umum  dan Penataan Ruang (PUPR), kemarin (20/3).

Beberapa OPD yang hadir di  antaranya, Bappeda; Badan Pelaksana Pelabuhan Probolinggo; DLH; Satlantas Polres Probolinggo Kota;  Polsek Mayangan; Polsek Kademangan; dan lainnya. “Tahun 2017 ini akan ada proyek rekonstruksi jalan dan perawatan jalan, dengan total anggaran Rp 43,9 miliar,” ujar Purnyoto, Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) BBPJN VIII.

“Untuk JLU,  tar getnya akan dibuat jalan rigid  (beton, Red),” jelasnya.  Untuk perawatan, mulai dari Kelurahan Sukoharjo sampai Kelurahan Kedungasem. Termasuk jalan di Raya Bromo dari Kelurahan Ketapang hingga  Desa/Kecamatan Sukapura.

Perawatan jalan yang dimaksud, yakni tambal sulam untuk jalan-jalan yang rusak. Serta perbaikan infrastruktur jalan yang telah ada selama ini. Saat disinggung mengenai ruas Jalan Panglima Sudirman tepatnya di Randupangger, Purnyoto mengungkapkan bahwa  ada ruas jalan nasional yang  terputus karena proses tukar guling.

Jalan yang terputus ini berada di simpang tiga Jalan  Wijaya Kusuma ke Jalan Panglima Sudirman. “Jalan itu masuk pengelolaan Pemkot Probolinggo sepanjang 200 meter. Padahal,  erdasarkan jaringan wilayah jalan nasional, seharusnya jalan nasional tidak boleh terputus,” ungkapnya.

Meski begitu, BBPJN VIII tetap akan melakukan perbaikan di  jalan tersebut. Meski kewenangannya telah beralih ke pemkot. “Nanti kami akan meminta surat keterangan dari  pemkot, terkait pelaksanaan proyek perbaikan jalan di  Panglima Sudirman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Amin Fredy membenarkan jika perbaikan Jalan Panglima Sudirman akan dilakukan BBPJN  VIII. “Kami mohon kesediaan BBPJN VIII untuk melakukan perbaikan. Hal ini karena ploting aset,  seharusnya jalan nasional tidak  boleh terputus,” ujar Amin.

Sementara itu, Ketua Komisi  C DPRD Kota Probolinggo Agus   Rianto meminta kepada BBPJN VIII agar perbaikan jalan dilakukan dengan kualitas konstruksi  yang baik. Jangan sampai, jalan yang sudah diperbaiki, rusak dalam hitungan bulan.

“Kalau sudah begini, biasanya  masyarakat mengadunya ke DPRD. Nanti akan laporan lagi,  jalan be lum lama diperbaiki  rusak lagi. Kalau bisa, perbaikan  JLU ini, beban jalannya ditambah. Mengingat kendaraan berat yang melewati jalan ini, juga memiliki beban yang besar. Bahkan, tidak jarang, melebihi  muatan yang ditentukan,” ujarnya.(radar)