Browse By

Perampok Eks Kantor Pemkab Probolinggo Diduga Jaringan Lintas Provinsi

KRAKSAAN – Peristiwa penyekapan pada empat anggota Satpol PP Pemkab Probolinggo yang tengah berjaga di eks kantor sekretariat pemkab setempat, terus di telusuri Polres Probolinggo. Hasil penyelidikan  sementara, diduga pelaku merupakan  kawanan penjahat lintas provinsi.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Hariyanto Rantesalu mengatakan, meski para pelaku perampokan tidak berhasil membawa  barang-barang di dalam gedung, namun pihaknya tetap melakukan penyelidikan.

“Dugaan kuat, ini memang motif perampokan murni. Kami masih selidiki kasus ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin. Kasat Reskrim menjelaskan, dugaan motif lain masih belum ada. Misalnya dendam. Ia menilai, motif pelaku datang hanya  untuk menyekap dan menganiaya anggota Satpol PP, sangat  lemah. Sebab, para pelaku tidak   hanya menyekap anggota satpol PP, tetapi masuk ke gedung dan  membobol pintu sejumlah ruangan.

Loading...

“Kalau motif hanya ingin menganiaya anggota Satpol PP,  kemungkinan besar tidak. Karena pelaku sudah mengambil risiko masuk ke gudang. Untuk masuk ke gedung, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena mereka juga membobol sejumlah ruangan. Nah, kalau masuk ke gedung hanya untuk pengalihan saja, berisiko ketahuan oleh warga,” jelasnya.

Soal pelaku perampokan tidak membawa barang milik korban? Kasat Reskrim menilai, setiap pelaku sudah memiliki tujuan utama. Biasanya, kecil kemungkinan pelaku profesional akan mengalihkan tujuan. “Dugaan kami, sasaran perampokan memang kantor pemerintahan.  Tapi, pelaku mengira gedung di Dringu itu masih gedung bupati,” terangnya.

Penyidik sendiri telah melakukan pemeriksaan pada sejumlah saki. Mulai korban, maupun teman korban yang saat itu selamat  dari penyekapan, karena pindah tugas jaga. “Saat ini, kami belum menemukan titik terang. Nanti  kalau ada perkembangan akan  disampaikan,” ujarnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Bromo sebelumnya, sekelompok orang yang diduga bersenjata, mendatangi eks kantor Pemkab Probolinggo, di Desa/Kecamatan Dringu, dini hari kemarin (17/3), sekitar pukul 02.15.

Diduga, mereka akan melakukan perampokan di gedung yang dialihfungsikan tersebut. Sebelum menjalankan aksinya,  mereka terlebih dahulu menyekap empat anggota Satpol PP  yang bertugas. Tak hanya disekap,  empat anggota itu juga dianiaya.

Mereka adalah Sandy Yuda, warga Desa Randu Putih, Kecamatan Dringu; Samsudin asal Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih; Ali Mahrus asal Tongas; dan Rian Lesmana asal Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih.

Sejatinya, saat itu juga ada anggota bernama Munib, asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Namun, satu jam sebelum kejadian, Munib pergi ke  kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu  Pintu (PTSP) yang berjarak sekitar 500 meter di timur gedung eks pemkab.

Tiba-tiba, datang kawanan  pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang. Dari kelima pelaku itu, dua pelaku langsung mengeluarkan senjata sejenis pistol dan menodongkan pada anggota Satpol PP yang berjaga. Sehingga, para korban tidak bisa berbuat atau melawan.

Saat itu, pelaku menutup mata dan mulut korban dengan lakban. Pelaku hanya menyisakan satu lubang kecil di hidung untuk bernapas. Tangan anggota   Satpol PP tersebut diikat dengan tali rafia di belakang punggung.

Tidak hanya itu, korban juga  sempat dipukul dan ditendang. Keempat korban itu langsung  disekap di ruang 2×2 meter yang biasanya digunakan anggota untuk beristirahat. Diduga, setelah menyekap korban, pelaku mengobrak-obrik  sejumlah ruangan di gedung  tersebut.

Terbukti, sejumlah  pintu ruangan rusak akibat dicongkel maupun didobrak. Korban sendiri tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh pelaku.  Karena posisi mereka disekap. (radar)