Browse By

Berseragam PNS, Gondol Laptop Bidan

KANIGARAN – Pencurian dengan menggunakan tipu daya atau semacam gendam kembali terjadi di Kota Probolinggo. Kali ini korbannya seorang bidan asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Nyamiati  Ningsih, 49.

Nyamiati mengatakan, seorang maling yang diperkirakan berusia 25 tahun beraksi, pada Jumat (17/3) lalu, pukul 07.30 WIB. Pria  setinggi sekitar 160 sentimeter itu datang ke rumahnya berpakai seragam PNS coklat.

Dengan langkah meyakinkan, pria berambut pendek dan berkumis itu menemui Eka, 25, bidang yang membantu Nyamiati di tempat praktiknya. Diketahui, selain bekerja di lingkungan Pemkot Probolinggo, di rumahnya Nyamiati juga buka praktik. Sedangkan, suaminya Slamet Riady,  51, juga berada di kantor.

Loading...

“Pelaku menggunakan baju PNS berwarna coklat,” ujar Nyamiati. Mendapati ada tamu, Eka langsung mendatanginya di depan rumah. Kepada Eka, pelaku mengaku diminta pemilik rumah membenarkan laptop. Tanpa disuruh, pelaku membuka pintu  dan masuk rumah Nyamiati. Sedangkan, Eka hanya terdiamdan mengikuti pelaku dari belakang.

“Anehnya, pelaku mengetahui nama saya dan suami.Termasuk, laptop yang kecil yang biasa saya bawa,” ujar Nyamiati. Di ruang tengah, pelaku meminta laptop milik korban  untuk di perbaiki. Di sana juga ada  pembantu rumah tangga Nyamiati, Zubaidah alias Samut yang sedang menyapu.

Tiba tiba, pelaku menepuk pundak Samut sambil meminta laptop milik korban. Samut pun mengambilkan laptop milik Slamet (laptop besar). Setelah diambilkan, sambil sibuk menelepon, pelaku mengatakan  bukan laptop yang dipegangnya.  Tapi, laptop kecil milik Nyamiati.

“Karena upacara, saat itu saya tidak membawa tas yang biasanya ada laptop saya. Yang saya bawa hanya HP (handphone) dan dompet saya,” jelasnya.  Setelah Samut menyerahkan laptop milik Nyamiati berikut  cas nya, pelaku membawanya  sambil terus sibuk menelepon. Tak hanya laptop milik Nyamiati,  laptop milik Riady juga di masukkan tasnya.

“Informasi dari Eka, saat menelpon pelaku mengatakan; laptop satunya juga Pak, iya Pak, iya Pak,” ujarnya. Sekitar lima meter pelaku meninggalkan rumah dengan motornya, Samut sadar. Beranjak dia berlari keluar rumah dan berteriak maling. Tapi, pelaku sudah  lenyap.

“Pelaku sempat bilang permisi dengan menganggukan kepala pada ibu-ibu yang ada di  depan rumah,” ujar Nyamiati. Sedangkan, Eka langsung menghubungi Nyamiati untuk menanyakan benar tidak, Riady menyuruh orang untuk memperbaiki laptopnya.

Karenanya, Nyamiati menghubungi suaminya dan dipastikan tidak menyuruh orang untuk memperbaiki leptop. “Akhir nya, dua leptop milik bapak dan saya hilang. Untung HP saya yang satunya di bawa bapak (Riady),” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Suwancono mengatakan, modusnya  pelaku berpura-pura meperbaiki laptop milik korban. Selanjutnya,  pelaku memperdaya korban dengan perkataanya serta kontak fisik berupa tepukan di bahu korban atau biasanya digunakan gendam.

“Pelaku melakukan tipu daya dengan omongan seperti hipnotis  atau gendam,” ujarnya. “Kami masih lakukan penyelidikan lebih dalam terkait dengan kasus ini,”  lanjut Suwancono.

Tak hanya kali ini maling dengan modus serupa beraksi di Kota Probolinggo. Pada 12 januari  2017, Anggoro Sosiatiwi, 47, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, juga jadi korban lelaki yang mengaku  tukang service AC. Namun, pada  akhirnya dua pelaku menggondol  perhiasan sekitar 1,3 ons, laptop,  2 HP, kamera DSLR, dan yang  Rp 3 juta. (radar)

Incoming search terms:

  • pelaku hipnotis menggunakan seragam pns mengaku dokter