Browse By

Tersambar KA, Pekerja Proyek Tewas

BEJI – Perjalanan pulang Nasihin, 50, warga Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, berujung petaka. Ia tewas mengenaskan usai disambar Kereta Api (KA) Penataran jurusan Surabaya-Blitar, sekitar pukul 16.30,  kemarin (17/3).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sore kemarin korban dan anaknya, Malik Ibrahim, 21, yang baru  bekerja di sebuah proyek di wilayah Gununggangsir, Kecamatan Beji, hendak pulang ke rumahnya.

Malik-sapaan Malik Ibrahim–yang mengemudikan motor Honda Revo  tersebut. Sementara sang ayah, berada di belakang. Mulanya, perjalanan menuju  rumah yang dilakukan keduanya  berjalan lancar. Biasanya, korban dan anaknya pulang ke Candibinangun melalui jalur persimpangan empat Gempeng, Kecamatan Bangil.

Loading...

Namun, entah karena apa, kemarin mereka sepakat untuk pulang melewati Pasinan, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji.  “Biasanya kami lewat jalur Bangil yang mengarah ke Sukorejo. Tapi, untuk yang kemarin, kami  lewat Gajahbendo,” ungkap Malik saat ditemui koran ini di kamar mayat RSUD Bangil.

Malik mengaku, tak mendengar suara klakson kereta api waktu melintas di perlintakan KA tak berpalang pintu tersebut. Tanpa  merasa waswas, ia lewat begitu  saja. Namun, saat berada di tengah perlintasan, ia mengaku sempat   melihat kereta dari arah barat.

Jaraknya sekitar 10 meter dari  motor yang dikemudikannya.  Situasi itu, sempat membuat ayahnya yang dibonceng, kaget. “Saya sempat mendengar bapak membaca istigfar,” katanya. Ia pun tancap gas dan bisa melewati perlintasan kereta api  tersebut. Namun, saat kereta sudah lewat, ia terkejut karena ayahnya tak lagi duduk di jok belakangnya.

“Waktu kereta lewat, bapak sudah tidak ada,” tambahnya. Malik pun baru sadar, kalau ayahnya tersambar kereta. Nasihin tewas seketika di lokasi kejadian. Nasihin tewas, setelah kepalanya mengalami luka dan  bagian rusuk kanannya lebam. Korban kemudian dilarikan ke  RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Kanit Lantas Polsek Beji Ipda M. Rofik menyampaikan, dugaan kuat korban tersambar  kereta karena sempat mencoba  untuk melompat. “Korban kaget  melihat kereta telah dekat. Besar kemungkinan, ia hendak melompat, namun justru tersambar  kereta,” bebernya. (radar)