Browse By

Pop City Kembali Beroperasi

MAYANGAN – Genap sebulan ditutup sementara, tempat karaoke Pop City resmi beroperasi kembali, kemarin (17/3). Sekitar pukul 13.00, manajemen  resmi membuka tempat karaoke di Jalan dr. Sutomo tersebut.

Hanya saja, ada sejumlah syarat  yang harus dipenuhi manajemen. Hal itu sesuai dengan disposisi Wali Kota Rukmini. Di antara syarat yang wajib dipenuhi manajemen adalah pengunjung tidak diperkenankan membawa minuman beralkohol  serta harus berpakaian sopan.

Jika kedua syarat itu dilanggar, maka bukan tidak mungkin tem pat karaoke itu ditutup kembali.  Hal itu ditegaskan Agus Efendi, ketua pengawas tempat hiburan malam di Kota Probolinggo, kemarin (17/3). “Bisa  ditutup kembali, jika syarat yang  diberikan ternyata dilanggar,”  ujar pria yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) setempat itu.

Sebelumnya, sanksi pembekuan pada Pop City berlaku  sampai 12 Mei 2017. Selama  dibekukan, Pop City wajib menyamakan standar tempat hiburan karaoke sesuai dengan   perda yang ada. Jika sampai batas waktu yang ditentukan, ternyata manajemen tak melakukan penyesuaian, maka akan ditutup permanen.

Ternyata, sebelum deadline berakhir, manajemen telah melayangkan surat agar pemkot melakukan evaluasi. Selama ditutup, manajemen melakukan perubahan sesuai dengan standar pada regulasi yang ada. Nah,  dua item penyesuaian baru  bisa dilihat ketika tempat karaoke tersebut beroperasi.

Loading...

“Kedua hal itu bisa kita lihat  pada saat PC beroperasi. Yakni,  soal minuman beralkohol dan busana pengunjung. Jika masih melanggar, maka dianggap Pop City ini tidak serius mematuhi  perda. Kemungkinan akan dibekukan kembali,” terangnya.

Aturan yang sama juga berlaku pada tempat karaoke lainnya. Seperti Bee Jay Karaoke maupun 888. Surat teguran pertama yang sudah dilayangkan  pada dua tempat karaoke tersebut, juga akan dilakukan pantauan atau evaluasi. Jika tak mematuhi aturan, maka akan  dilayangkan surat teguran ke dua.

Sementara itu, Manajer Operasional Pop City Wisnumurti menegaskan, pihaknya akan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemkot setempat.  Untuk pemandu lagu misalnya,  manajemen sudah melakukan   pembinaan terkait busana yang  harus dipakai.

“Kami juga telah sampaikan  pada pertemuan beberapa  waktu lalu. Pakaian harus rapi  serta dilarang membawa minuman keras. Jika pada saat itu ada pengunjung yang kedapatan   berpakaian seksi atau terbuka, maka dipersilakan untuk berganti busana terlebih dahulu.  Atau, jika memang tidak mau, maka bisa berkunjung lain waktu,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Probolinggo, Abdul Azis bereaksi dengan dibukanya  kembali tempat karaoke tersebut. “Biarlah rakyat secara dewasa menilai komitmen penegakan perda dan menjaga moralitas  bangsa ini. Kota besar seperti Surabaya saja, berani mengambil tindakan membubarkan lokalisasi, spa, dan karaoke yang menyimpang, “ ujar Azis.

Menurut politisi PKB itu, usaha hiburan seperti spa dan karaoke yang melakukan penyimpangan terhadap izin prinsip,  seperti dugaan adanya praktik prostitusi, langsung ditutup. Sementara di Kota Probolinggo, kebijakan komisinya untuk membekukan selama 3 bulan, disikapi berbeda oleh pemkot.

“Di Surabaya seperti itu. Kalau di sini, silakan rakyat menilai secara objektif antara legislatif dan eksekutif dalam memandang kasus Pop City ini, “ tambahnya. (radar)