Browse By

Musnahkan Ribuan Rokok Ilegal

MAYANGAN – Ribuan rokok ilegal serta minuman beralkohol 42,6 liter, kemarin (16/3 ) dimusnakan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Pratama Probolinggo. Barang itu merupakan hasil rampasan barang ilegal pada 2016 hingga Februari 2017.

Dalam acara pemusnahan barang bukti yang digelar pukul 15.00-16.00 itu, juga dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan, Pengadilan, TNI-Polri, serta beberepa intansi daerah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Wilaya Jawa Timur II Nirwala  Dwi R mengungkapkan, wilayah Jawa Timur terbagi menjadi dua wilayah. Yakni,  I dan II.

“Untuk wilayah dua meliputi KPPBC Probolinggo, Malang, Tulungagung, Blitar,” terangnya. Nah, barang bukti yang dimusnahkan kemarin merupakan barang bukti di  wilayah II. Untuk KPPBC Probolinggo  sendiri BB yang dimusnahkan sebanyak 75.890 bungkus rokok atau 1.331.309 batang rokok ilegal.

Loading...

Diperkirakan barang bukti rokok ilegal itu mencapai sekitar Rp 765.431.500.  Sementara nilai cukainya sebesar Rp  370.993.770. Untuk KPPBC Tulunggangung sebanyak  5.150 bungkus atau setara dengan 86.200 batang. Dengan perkiraan nilai arang Rp 23.756.000 dan nilai cukai Rp 50.601.600.

Selanjutnya untuk KPPBC Blitar menindak rokok ilegal 53.400 bungkus atau 854.400   batang dengan perkiraan nilai barang Rp 256.320.000 dan nilai cukai Rp 50.601.600. Sementara untuk KPPBC Malang, melakukan penindakan barang kiriman melalui kantor pos sebanyak 43 paket  berupa barang yang dilarang maupun  tidak memiliki izin impor.

Antara lain  suplemen kesehatan, air soft gun, spare  part kendaraan, sextoys, dan obat-obatan dengan nilai sekitar Rp 43.600.000. “Disamping itu, KPPBC Probolinggo dan Tulungangung juga memusnakan minuman alkohol sebanyak 42,6 liter,”   beber Nirwala Dwi, kemarin. 

Menurutnya, pemusnahan tersebut  merupakan salah satu bentuk upaya dari Bea Cukai untuk melindungi masyarakat serta industri dalam negeri. “Untuk miras oplosan ini, rata-rata penggunanya tidak mengetahui kandungan yang ada.  

Sehingga, jika campuranya tidak benar, ethil alkohol (miras) dapat menghilangkan nyawa atau membunuh seseorang,”  imbuhnya. Saat ini, tercatat KPPBC Blitar dan  Probolinggo selama 2016 telah memproses   hasil penindakan dengan mengenakan sanksi administrasi. Yakni, berupa denda  dengan jumlah total Rp 5.272.315.000 dan telah dilunasi. 

“Kami menindak di kantor pos dan  toko-toko. Sehingga, tidak ada pelaku. Selain itu, untuk pemusnahan dilakukan  di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Hanya beberapa saja yang dimusnahkan di KPPBC Probolinggo sebagai simbolik,” ungkapnya. (radar)