Browse By

Sering Memalak, 10 Remaja Diamankan

MAYANGAN – Dinilai meresahkan karena sering memalak, sepuluh remaja diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, kemarin (15/3), pukul 12.30. Mereka diamankan di pasar Gotong Royong lantai 1, saat sedang nongkrong dan diduga minum-minuman  keras (miras).

Mereka rata-rata berusia pelajar, yakni 15-21 tahun. Sembilan di antaranya laki-laki dan satu perempuan. Total sebenarnya ada 14 remaja yang nongkrong di tempat  itu. Namun, saat diamankan, empat  lainnya berhasil kabur.

Langkah Satpol PP mengamankan para remaja ini diawali dengan laporan pedagang setempat. Pedagang menyebut, para remaja itu sedang pesta miras, kemarin siang di lantai 1 pasar Gotong Royong. Pedagang  juga melaporkan, selama ini  mereka sering memalak pembeli atau pengunjung pasar.

Loading...

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat karena itu langsung kami tindak lanjuti. Tapi,  kami belum tahu siapa di antara  mereka yang memalak. Sebab, tidak ada yang mau bicara,”  terang Staf Program Pembinaan  di Satpol PP Kota Probolinggo  Dedi Haryanto.  Saat diamankan, menurut Dedi,  tercium aroma miras dari para remaja ini.

“Informasi yang kami terima, saat itu mereka memang  sedang minum minuman keras. Namun, saat kami datang, empat  orang kabur. Sepuluh orang bisa kami amankan,” imbuhnya. Dari kesepuluh orang tersebut, tiga di antaranya warga Kabupaten  Probolinggo. Sedangkan tujuh   lainnya warga Kota Probolinggo.

Tiga di antaranya masih pelajar di sebuah SMK swasta di Kota Probolinggo. Mereka yaitu, DN, 17; Hi, 18; ZN,  19; SB, 19. Mereka warga Kecamatan   Kademangan, Kota Probolinggo. Lalu FR, 17; AG, 20; TT, 19, semuanya warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Proolinggo. Dan, BY, 21; MR, 20; RD,  19, warga Kecamatan Mayangan,   Kota Probolinggo.

“Saat kami amankan, memang tidak ditemukan minuman keras di lokasi. Namun, secara fisik  serta dari keterangan warga yang  berjualan di sana, mereka habis pesta miras. Tiga di antaranya  masih sekolah, sedangkan yang lainya tidak sekolah,” tuturnya.

Salah satu remaja, DN, 17, warga Kecamatan Kademangan mengaku, hanya nongkrong. Tidak ada pesta miras. DN sendiri datang bersama kakak sepupunya, Hi,18, juga warga Kecamatan Kademangan.  “Saya cuma ikut saja. Kami tidak minum,” terang gadis itu saat  ditemui di Mako Satpol PP Kota  Probolinggo.

Di Mako, para remaja itu dibina. Salah satunya, petugas memotong rambut mereka agar rapi. Terutama yang rambutnya diwarnai.“Kita akan lakukan pembinaan. Kita juga memotong rambut mereka. Selain untuk efek jera, kurang pantas dipandang. Apalagi  rambut tersebut diberi warna,” ungkapnya. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep peroksa nene nene
  • pemalakan di bromo