Browse By

Petakan Potensi Konflik Pilkada Serentak, Mabes Polri Kunjungi Probolinggo 

PROBOLINGGO – Mabes Polri melakukan pengumpulan data terkait potensi konflik di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya tentang pemetaan konflik yang memungkinkan terjadi saat Pilkada serentak 2018 mendatang.

Seperti diketahui, tahun depan ada agenda pemilihan bupati dan wakil bupati, serta pemilihan gubernur serta wakil gubernur. Kabag Pengkajian Lingkungan Strategis Mabes Polri Kombes Angesta Romano Yoyoi, tidak menampik soal maksud kedatangannya ke Probolinggo tersebut.

Meskipun, pemetaan  konflik yang dilakukan, juga tidak hanya  kebutuhan pilkada. Hanya saja, karena agenda pilkada memiliki kerawanan sosial, maka hal itu juga penting untuk dianalisis. “Kunjungan kami ke Probolinggo ini, untuk menggali data potensi konflik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Penggalian data ini merupakan agenda  rutin yang dilakukan Mabes Polri untuk memetakan potensi konflik di daerah. Salah satunya terkait pilkada,” ujarnya pada sejumlah wartawan, saat  ditemui di Pendapa Kabupaten   Probolinggo, kemarin (15/3).

Loading...

“Dari hasil pertemuan, baik dengan Kapolres Probolinggo maupun Bupati Probolinggo, masyarakat Probolinggo ini masih kuat unsur ketokohannya. Nah, ini menjadi salah satu  cara yang bisa dilakukan untuk meredam konflik yang ada di  daerah. Melalui ketokohan masyarakat,” ujar Yoyoi. 

Dari hasil data ini, nanti juga akan dipetakan daerah-daerah yang rawan terjadi konflik. Selain itu, juga bisa menjadi rujukan penyelesaian konflik di daerah lain. “Misalnya di Jawa Timur hasil kajian dan penyelesaian konflik seperti ini, bisa juga diterapkan ke daerah lain juga,”  ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, wilayah Kabupaten Probolinggo, potensi konflik tinggi pada isu  santet. “Sudah ada 12 kasus, 3 kasus di antaranya berujung   pada kasus kekerasan. Sedangkan 9 kasus isu santet, berhasil  dicegah dan tidak sampai terjadi kekerasan,” terangnya.

Saat disinggung mengenai daerah yang rawan isu santet, Arman menyebut daerah selatan  juga memiliki tingkat kerawanan tinggi. Seperti daerah Tiris dan Krucil. “Kalau di Desa Kalibuntu (Kecamatan Kraksaan, Red)  itu sudah lama ya. Ini yang potensi daerah selatan seperti Tiris dan Krucil,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan akibat isu santet  ini, pihaknya melibatkan kades, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. “Ketika ada seseorang yang  bermimpi disantet, bisa disampaikan kepada kades. Kades kemudian bisa memanggil Babinsa dan Babinkamtibmas untuk koordinasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, perlu  juga diundang pihak-pihak yang  merasa terkena santet, serta orang yang dituduh mengirimkan santet. “Jika yang  merasa disantet  ini merasa sakit, maka bisa diperiksa oleh tim medis,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menargetkan perekaman KTP elektronik rampung Juli 2017 mendatang. Target ini ditetapkan karena  masih ada warga Kabupaten  Probolinggo yang sampai saat ini masih belum melakukan perekaman e-KTP.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dari jumlah penduduk Kabupaten Probolinggo yang mencapai 1.226.304 jiwa, wajib KTP  tercatat sebanyak 926.862 jiwa. Warga yang telah melakukan perekaman sebanyak 805.659 jiwa.   Sementara yang belum melakukan perekaman sebanyak 121.209  jiwa.

“Kami menargetkan semua warga masyarakat bisa terekam sampai Juli 2017. Ini, tidak hanya berkaitan dengan pilkada  saja, namun juga karena basis pelayanan pemerintah saat ini  menggunakan KTP elektronik,” ujarnya.

Tantri–sapaan akrabnya–mengungkapkan, pihaknya telah  meminta Dispendukcapil untuk  melakukan pendataan siapa saja yang belum melakukan perekaman. “Langkah ini merupakan ikhtiar kami untuk meminimalisasi konflik, terutama yang berkaitan dengan Daftar Pemilih  Tetap (DPT, Red),” ujarnya.

Istri anggota DPR RI Hasan Aminuddin itu berharap, karut  marut pilkada Jakarta, terjadi di Kabupaten Probolinggo. “Di sana ketika hari H pemilihan, ternyata tidak masuk dalam DPT.  Ketika protes, jelas sudah terlambat,” ungkapnya. (radar)