Browse By

Karyawan PTKAI Curi Rel KA

KRAKSAAN – Mempunyai penghasilan tetap dengan bekerja sebagai karyawan di PTKAI Daops IX Jember, belum mampu membuat Tomi Hari Purnomo, 32, bersyukur. Beralasan terdesak kebutuhan ekonomi, kemarin (15/3), bapak dua  anak ini nekat mencuri.

Pria yang sudah lima tahun bekerja sebagai petugas perbaikan rel kereta api  (KA) itu, nekat mencuri besi rel KA di  belakang Stasiun KA Leces. Syukur, aksi warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, itu diketahui  warga yang langsung melaporkannya ke  anggota Polres Probolinggo.

Pencurian itu, dilakukan Tomi kemarin dini hari bersama Mukhlis, 34, warga  Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Menggunakan  mobil pikap, mereka menuju tempat penyimpanan bekas rel KA di belakang Stasiun KA Leces.

Loading...

Di sana, mereka langsung menaikkan 8 batang rel bekas KA beragam ukuran ke bak pikap. Mulai yang panjangnya hanya sekitar 80 sentimeter sampai dengan  yang panjangnya mencapai 410 sentimeter. Bila ditotal, panjang besi yang dicuri ini mencapai sekitar 20 meter.

Usai menaikkan 8 batang besi itu, kedua tersangka menutup bak pikapnya dengan  terpal. Saat itulah ada warga yang rumahnya   di sekitar tempat kejadian perkara (TKP)  memergoki aksi mereka. Warga ini langsung  melapor ke Kanit Pidum Polres Probolinggo  Ipda Lukman Wahyudi. Kebetulan, rumah Lukman tidak jauh dari TKP.  

Mendapati laporan itu, Lukman langsung menuju TKP dan berusaha menangkap pelaku. Kala itu, kedua pelaku sudah masuk mobil dan siap kabur. Karenanya, Lukman menghadangnya dengan memberikan   tembakan peringatan ke udara.

“Mereka  sudah siap kabur dan sudah berada di dalam mobil semua,” ujar Lukman di Mapolres Probolinggo, kemarin.  Rupanya, adanya tembakan peringatan  dari Lukman membuat kedua pelaku keder.  Mereka tak berkutik dan tetap berada dalam mobil. Sehingga, dengan mudah mereka dibekuk.

“Saya hanya berdua  dengan tetangga. Mereka tidak kabur, mungkin karena sudah diperingatkan. Setelah tertangkap, mereka saya serahkan  ke Polsek Leces,” ujar Lukman.  Bersama kedua pelaku, juga dimanakan  sejumlah barang bukti.

Di antaranya, berupa 8 batang besi bekas rel KA dan sebuah mobil pikap yang dijadikan kendaraan pengangkut barang curiannya. Sekitar pukul 10.30, kedua tersangka  digiring ke Mapolres Probolinggo. Di  sana, mereka beberkan kepada awak  media.  

Di hadapan polisi, Tomi mengaku nekat  mencuri karena kebutuhan ekonomi. Sebab, gaji yang diterimanya saban bulan tidak  mencukupi kebutuhan keluarga. Sehingga, ketika melihat ada rel bekas di Stasiun KA Leces, otak malingnya langsung bekerja.

“Rencananya, mau dijual,” ujar Tomi, di Mapolres Probolinggo.  Namun, Tomi mengaku masih belum tahu akan dijual kemana hasil curiannya  itu. Ia hanya menyebut, barang itu akan dibawa pulang dulu dan kemudian akan  dicarikan pembeli.

“Biasanya kan ada  orang yang butuh untuk dibuat jembatan.  Rencananya, akan saya jual kepada orang  yang butuh itu,” ujarnya. Sedangkan, Mukhlis, kemarin lebih banyak diam dan menunduk. Pria yang  bekerja sebagai petani itu mengaku, juga tidak tahu besi yang dicurinya itu akan  dijual kemana.

“Tidak tahu mau dijual kemana,” ujar Mukhlis. Setelah dibekuk, keduanya juga mengaku menyesal telah mencuri. Akibat perbuatannya, menurut Waka polres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan, mereka terjerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. “

Kedua tersangka, barang bukti rel, dan mobil pikap sudah diamankan di Mapolres Probolinggo,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • Pidum polres kraksaan