Browse By

Diterjang Angin Kencang, Rumah Nelayan Ambruk

GENDING – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (13/3) lalu, menyebabkan rumah milik Rasyad, 45, warga RT 4/RW 2, Dusun Karning Wetan, Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ambruk.

Pada saat kejadian, tiga anggota keluarga berada di dalam  rumah. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Saat kejadian, kepala keluarga yakni Rasyad, sedang tidak berada di rumah.

Rasyad yang bekerja  sebagai nelayan, saat itu tengah  melaut. Sementara Satrina, 40, istri Rasyad, tengah bertamu di  rumah Luluk, kerabatnya. Pada saat kejadian, yang ada  di dalam rumah yakni kedua anak Rasyad, Siti Hotimah, 10, dan Muhammad Faiz, serta Trina, 70, ibu Satrina.

Loading...

Menurut Satrina, waktu itu terjadi hujan deras disertai angin kencang. Seketika itu, angin kencang  dari arah utara merobohkan rumah semi permanen seluas 5×12   meter tersebut. “Rumahnya ambruk ke arah selatan,” terang Satrina saat ditemui Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin (14/3).

Melihat rumahnya ambruk, Satrina langsung berlari untuk menyelamatkan ibu dan kedua anaknya. Beruntung, ketiganya selamat  dan tidak mengalami luka. Sementara waktu, seluruh anggota keluarga diungsikan ke rumah Luluk.

Saat ditemui koran ini, Muhammad  Faiz mengaku tidak sampai terkena atap yang ambruk, karena di dekat korban ada lemari serta meja. Meski begitu, ia dan kakak serta neneknya sangat ketakutan. “Saya takut,” katanya.  Tak lama setalah kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo  langsung mendatangi lokasi.

Selain memberikan bantuan berupa makanan siap saji, petugas juga melakukan evakuasi material rumah. Namun, karena kondisi sudah malam, aksi bersih-bersih dilanjutkan kemarin (14/3). Selain BPBD, sejumlah instansi  juga terlibat dalam aksi bersih- bersih.

Di antaranya, Dinas Sosial (Dinsos), Kodim 0820, maupun dari Polres Probolinggo dan Polsek Gending. Termasuk perangkat desa dan warga setempat juga bergotong royong membantu membersihkan lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, pada malam setelah kejadian, kebutuhan  utama korban adalah makanan  siap saji. “Untuk makanan siap saji, diperkirakan dapat bertahan  selama empat hari. Selanjutnya,  kita akan pantau terus bagaimana perkembangannya,” terangnya.  

Untuk makanan siap saji, BPBD  menyediakan satu dus yang berisi 10 paket. Setiap paketnya, ada tiga kotak. “Sesuai aturan, bantuan yang bisa kami berikan  yakni makanan siapa saji dan terpal. Sembari menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah melalui dinas terkait,” jelasnya.  

Diperkirakan, kerugian atas robohnya rumah tersebut mencapai Rp 30 juta. Sekretaris Desa (Sekdes) setempat, Bunadi, 49, menambahkan,   rumah yang dihuni Rasyad dan keluarganya tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, rumah tersebut memang masuk dalam rencana perbaikan. Namun, lantaran ada bencana,   maka roboh terlebih dahulu.

“Dana desa untuk RTLH masih belum turun. Namun, rumah  tersebut masuk dalam data rumah yang akan diperbaiki. Sehingga, langkah yang kita ambil yakni membuatkan proposal dan dikirimkan ke bupati,  guna  mendapatkan bantuan,” terangnya. (radar)