Browse By

Siswa SD Nyaris Diculik

Disdikpora Keluarkan Imbauan

MAYANGAN – Para orang tua wajib meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, aksi kejahatan terhadap anak, baru-baru ini mengincar siswa SD. Nd, 10, seorang siswi SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo, hampir saja menjadi korban penculikan saat pulang dari sekolahnya, Sabtu (4/3) lalu.

Informasi terkait percobaan penculikan ter sebut menyebar di media sosial, salah satunya facebook. Dari media sosial tersebut,  diinformasikan jika salah satu siswa SDN Sukabumi 2 dipaksa naik motor oleh seorang  pria yang mengendarai motor Honda Vario putih.

Loading...

Namun, siswi berinisial Nd tersebut menolak.  Bahkan, Nd memberontak saat dipaksa ikut oleh pria tersebut. Di media sosial juga disebutkan, jika Nd kemudian dibantu Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di depan sekolah tersebut.

Kepala SD Sukabumi 2 Agus Lithanta  tidak membantah saat ditanyakan perihal kejadian tersebut. “Nd memang diajak laki-laki tidak dikenal, namun dia menolak  ajakan tersebut,” terangnya pada  Jawa Pos Radar Bromo, kemarin  (9/3). Agus–sapaannya- membantah jika ada PKL yang membantu Nd saat itu.

“Karena memang sejak awal, Nd sudah menolak,” imbuhnya. Tidak lama setelah mendapat  ajakan dari laki-laki tidak dikenal  itu, orang tua Nd menjemput. Nd lantas menceritakan kejadian tersebut pada ayahnya. Nah,  dalam perjalanan pulang ke rumahnya di wilayah Kademangan,  mereka berpapasan dengan terduga pelaku.

Nd kemudian memberitahu ayahnya jika pengendara motor tersebut adalah pria yang mengajaknya. “Ketika pulang itu, Nd dan orang tuanya tidak sengaja bertemu  dengan pelaku yang akan mengajaknya,” katanya.

Pria  berkumis  itu mengaku, jika kondisi Nd saat  ini baik-baik saja. Dengan kejadian itu, pihak sekolah semakin memperketat pengawasan pada siswa   sepulang sekolah. “Kami memang lebih berhati- hati kepada siswa. Sebelum ada  kejadian ini, siswa pun sudah  diwanti-wanti. Tidak boleh ikut orang yang tidak dikenal,” ujarnya. 

Mantan Kepala SDN Tisno ne-  garan 2 ini juga telah menerima surat edaran dari Dinas Pen di-  dikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk meningkatkan  kewaspadaannya. Termasuk ketika  jam pulang sekolah, siswa harus tetap berada di dalam sekolah  sampai dijemput orang tua.  

“Sepertinya, sekarang ini anak- anak memang menjadi incaran pelaku kejahatan. Dulu kan  pernah siswa SDN Tisnogeran  2, sampai HP-nya juga dirampas,”  ujarnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengaku sudah mendengar  adanya peristiwa tersebut.

“Kami  juga sudah mengeluarkan imbauan kepada sekolah untuk lebih mengawasi siswa. Ketika pulang sekolah, siswa harus berada di dalam halaman sekolah, sampai orang tua menjemput,” ujarnya. Tidak hanya itu saja, ke depan Disdikpora juga akan mendorong  sekolah agar lebih ramah kepada  siswa.

Salah satu bentuknya, menyediakan fasilitas seperti  tempat duduk dan istirahat yang  memadai. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih nyaman saat  menunggu orang tuanya.  “Kalau saya melihat kasus  penculikan anak ini, juga banyak terjadi di daerah lain. Makanya,  sekolah juga harus mengambil sikap berhati-hati. Serta, menyampaikan kepada siswa agar menolak  ajakan orang yang tidak dikenal,”  ujarnya. 

Sementara itu, Iptu Retno Utami, kanit PPA Polres Probolinggo  Kota mengatakan, anak-anak memang rentan jadi korban penculikan dengan berbagai motif.  “Sehingga, kepada orang tua disarankan untuk tidak membawakan putra-putrinya barang berharga. Seperti perhiasan maupun ponsel,” terangnya.

Selain itu, Retno menyarankan agar anak dijemput oleh orang tuanya sendiri. Atau, oleh orang-orang yang sudah dikenal. Namun, paling aman memang dijemput  orang tuanya sendiri. “Kepada guru-guru juga telah kami sosialisasikan untuk lebih awas dalam mengawasi siswa-siswanya,” tambahnya.  

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Suwancono mengatakan, setelah beredarnya informasi mengenai upaya penculikan itu, Reskrim dan Bim mas langsung mendatangi SDN  Sukabumi 2. “Kami juga bertemu langsung dengan Nd. Dia mengaku kalau ada pria yang tidak  dikenalnya menawari mengantar pulang,” katanya.  

Dari catatan Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa percobaan penculikan maupun penculikan  bukan yang pertama terjadi. Mungkin publik masih ingat  dengan kasus dugaan penculikan yang menimpa Amira, warga Kelurahan/Kecamatan Bugul  Kidul, Kota Pasuruan, 13 Agustus  2014 silam.

Bahkan, Amira ditemukan tewas tak jauh dari rumahnya.  Percobaan penculikan juga terjadi Dusun Luwung, Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada  31 Januari lalu. Beruntung, aksi penculikan pada bayi umur 1,5 tahun itu berhasil digagalkan oleh ibu korban. (radar)

Incoming search terms:

  • bokev sde