Browse By

Modal RAB Palsu, Tipu Ratusan Juta

MAYANGAN – Suhud Darmaji, 44, warga Jalan Cokroaminoto, Gang Wijaya, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Ia ditangkap lantaran diduga melakukan  tindak penipuan terhadap Juda Mangitung, 35, warga Kedung Baruk,  Kecamatan Rungkut,  Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian dilaporkan mencapai ratusan juta. Modusnya, pelaku Suhud berlagak menawarkan pengadaan proyek barang elektronik. “Cara pelaku mengelabuhi korban dengan menunjukan rencana anggaran belanja (RAB) palsu yang ia buat sendiri. RAB itu ia sebutkan dari beberapa  kantor di pemda,” jelas Kapolsek Mayangan Kompol Wiwoho.

Perwira polisi dengan satu melati  di pundaknya ini menjelaskan, pada Maret 2014 lalu, Suhud menghubungi Mangitung. Kepada  Mangitung, Suhud mengajak  bertemu di suatu tempat.  Saat itu pelaku Suhud bercerita mengenai usaha pengadaan barang elektronik yang dirilisnya.

Loading...

Ia lantas menawarkan kepada  Mangitung bahwa ia sedang menjalankan usaha proyek pengadaan barang elektronik di  sejumlah kantor pemda. Mendapat penjelasan dari pelaku Suhud, Mangitung pun lantas percaya.

Saat itulah, Suhud lantas meminta bantuan pelapor  Mangitung untuk belanja barang pengadaan proyek itu. Suhud menjanjikan, bila Mangitung membantunya, ia bakal  dapat bagian keuntungan dari proyeknya tersebut.

Dari situ, Mangitung pun percaya. Ia lantas  menyerahkan uang kepada Suhud  yang mengatakan duit tersebut bakal digunakan untuk belanja  barang 3 kali proyek.  Sekitar Juni 2014, Suhud kembali meminta modal sebesar Rp 100  juta kepada Mangitung. Ia beralasan  uang itu akan digunakan untuk mengembangkan usaha pengadaan  barang yang dijalankan olehnya. Saat itu, Suhud pun dimodali oleh pelapor mencapai Rp 350  juta.

“Bahkan, dibuatkan perjanjian kerja di notaris dengan waktu 3 tahun. Setelah itu, pelapor menyerahkan uang tersebut kepada tersangka melalui tranfer rekening,” terang Wiwoho. Sebagai buktinya, Suhud lantas  menerbitkan rencana anggaran  belanja (RAB) dari masing-masing kantor dinas di pemda yang  disebutkan bekerja sama dengannya.

Untuk meyakinkan pelapor, Suhud pun menyerahkan nota belanja barang. Selang empat bulan kemudian,  Suhud tidak kunjung memberikan uang pembayaran proyek maupun  keuntungannya kepada Mangitung.  Ia beralasan, duit proyek pengadaan  barang tersebut belum di bayar.

Sampai Januari 2015, Suhud tak kunjung menepati janjinya memberikan sejumlah duit ke Mangitung. Hal itu lantas membuat Mangitung curiga. Pada Januari 2015, Mangitung pun  melakukan pengecekan terhadap kantor instansi sesuai dengan  RAB yang ditunjukkan Suhud.

Saat dicek itulah, Mangitung  mengetahui bahwa RAB yang di tunjukkan Suhud itu palsu. Mengetahui hal itu, Mangitung pun lantas berusaha meminta uang modal maupun keuntungan yang telah dijanjikan tersangka  kepadanya.

Lantaran tak direspons oleh Suhud, Mangitung pun lantas membawa kasus itu ke ranah hukum. Nah, dari laporan Mangitung itu, polisi melakukan penyelidikan. “Baru Rabu kemarin (8/3) pelaku terangkap,” jelas Wiwoho.

 Atas perbuatannya, Suhud kini  harus berurusan dengan polisi.  “Tersangka (Suhud) diduga keras me lakukan tindak pidana penipuan segaimana di maksud dalam pasal 378 KUHP. Ancamannya,  penjara maksimal 4 tahun,” terang Wiwoho. (radar)