Browse By

Tiga Bulan Bekerja, Pemuda Ini Curi Uang Majikan Rp 80 Juta

KADEMANGAN – Pepatah air susu dibalas air tuba, pantas disematkan pada Bayu, 19, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Betapa tidak, ia yang sudah ditolong dengan diberi pekerjaan sebagai pelayan warung, ternyata mencuri duit majikannya.

Tak tanggung-tanggung, kerugian sang majikan mencapai Rp 80 juta. Kapolsek Kademangan Kompol Kasman mengatakan, korban Ririn Nurhasanah, 37, tiga  bulan terakhir uangnya seringkali hilang. “Kalau  pelaku mengaku hanya mencuri Rp 30 juta,”   terangnya.

Karenanya, korban yang juga warga Kelurahan Ketapang itu melaporkan hal ini ke Polsek Kademangan. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menduga Bayu lah pelakunya. Karenanya, polisi lantas mengamankan Bayu di rumahnya, Selasa (7/2) lalu.

Loading...

Tersangka tak bisa berkutik setelah didapati ada uang hasil curian di rumahnya. Dari  keterangan Bayu, uang hasil  curian itu dibelikan sepeda  motor, baju, helm, serta kebutuhan lainya.  Diketahui, Bayu baru tiga bulan terakhir bekerja di depot lalapan Mbak Rin (nama depot, Red) yang ada di Jalan Bromo, Kelurahan Ketapang, Kecamatan  Kademangan.

Namun, pihaknya mengaku satu bulan terakhir ini  melakukan aksi pencurian tersebut. Pencurian itu dilakukan  selama satu bulan terakhir. “Saya ambil, Rp 3 juta, selanjutnya Rp  2 juta, Rp 1 juta, dan Rp 4 juta,” ujar pelaku pada sejumlah wartawan.

Namun, dari hasil penyelidikan polisi, Bayu sudah melakukan aksinya sebanyak 10 kali  di tiga TKP. Pertama di depot  lalapan, rumah korban, serta di jok sepeda motor milik korban.  “Pelaku biasa masuk ke rumah korban untuk mengambil keperluan depot. Seperti mentimun. 

Selanjutnya, pelaku mengganti  kunci milik korban dengan kunci yang lainya. Kunci rumah  korban ada dua. Satunya diambil pelaku dan diganti kunci serupa,” tuturnya.  Dari keterangan pelaku, ia mencuri uang di jok sepeda motor korban 21 Desember silam, nominalnya sekitar Rp 3 juta.

Pada  25 Desember sekitar pukul 21.30, pelaku kembali mencuri uang di jok motor sebanyak Rp 2 juta. Lima hari berselang, yakni 30 Desember pukul 21.00, pelaku lagi-lagi mencuri uang korban di jok motor korban sebanyak  Rp 1 juta.

Kemudian, 8 Januari pukul 12.30, Bayu mengambil uang di dapur warung sebanyak Rp 3 juta. Selanjutnya, pada 17 Januari pukul 10.00, ia kembali  mencuri uang di jok motor sebanyak Rp 3 juta. Tanggal 23  Januari pukul 10.30, pelaku mencuri uang Rp 1 juta di rumah  korban.

Yang mengejutkan, tiga hari berturut-turut, pelaku mengambil uang korban. Di antaranya,  27 Januari pukul 15.00, pelaku mengambil uang yang tersimpan  di bufet rumah korban sebesar  Rp 4 juta; 28 Februari sekitar pukul 19.30, pelaku  mengambil  uang di jok motor korban sebanyak Rp 2 juta; serta 29 Januari  pukul 07.30, pelaku mengambil  uang di jok motor korban sebanyak Rp 3 juta.

Terakhir, aksi pencurian korban dilakukan pada 2 Februari pukul 09.00 sebanyak Rp 4 juta di laci rumah korban. Akibat ulahnya, pelaku terancam pasal 362 KU-HP tentang pencurian, dengan ancaman kurungan penjara  maksimal 5 tahun.

Ririn saat dijumpai di warungnya mengatakan, Bayu sudah  lama dicurigai. Seringkali ia meminjam motor dengan alasan   pulang ke rumahnya. Selain itu, tersangka juga sering ke rumah korban untuk mengambil barang-barang yang diperlukan di depot   milikya.

“Kondisi rumah sepi. Sebab, saya serta suami saya juga jaga  di warung. Bayu sudah biasa keluar masuk rumah saya,” ungkapnya. Ririn mengatakan, uang  yang hilang merupakan uang  arisan. Sehingga, ia berharap uangnya dikembalikan dan pelaku dihukum. “Harapannya uang saya dikembalikan,” terangnya. (radar)