Browse By

Ditinggal ke Pasar, Pedagang Kemalingan

Kerugian Capai Rp 50 Juta

BUGUL KIDUL – Nasib apes menimpa Sutarmin, 52, warga Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Rumahnya diobok-obok maling saat ia dan istrinya tengah berada di pasar, kemarin (8/3). Alhasil, duit sekitar Rp 50 juta yang disimpannya di  lemari kamar utama, raib.

Sutarmin mengatakan, seperti biasa  pagi kemarin ia pergi ke pasar untuk berjualan. Sekitar pukul 10.00, kedua pasangan suami istri (pasutri) ini pulang  ke rumahnya. Tiba di rumah, Sutarmin dan istrinya mendapati pintu pagar dan  pintu rumah dalam kondisi terbuka.

Loading...

Keduanya langsung curiga dengan kondisi tersebut. Pasalnya, tidak ada orang lain yang  tinggal di rumah mereka. Sutarmin lantas bergegas memeriksa kondisi pintu. Benar saja, ada congkelan benda tajam di pintu  yang menandakan dibuka paksa.

Keduanya langsung memeriksa seisi rumah.  Ternyata, pintu kamar utama juga dalam kondisi terbuka. Sutarmin langsung memeriksa kamar tersebut. Dan, ia mendapati surat-surat penting raib. Yang  paling membuatnya shock, yakni ketika uang Rp 50 juta yang disimpan di dalam kamar itu ternyata juga hilang.

Sadar menjadi korban pencurian, keduanya lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Bugul  Kidul. Tak berselang lama, jajaran Polsek Bugul Kidul dan unit identifikasi Satreskrim Polres Pasuruan Kota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian melakukan olah TKP. Kapolsek Bugul Kidul Kompol Jajak Herawan mengatakan, pelaku perampokan tersebut  disinyalir lebih dari satu orang.  Kemungkinan, sejumlah pelaku berjaga di luar rumah untuk  memastikan kondisi aman. Sementara pelaku lainnya bertugas mengacak-acak seisi rumah.

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan dengan mendatangkan tim identifikasi Polres Pasuruan Kota, Jajak menjelaskan  bahwa pelaku dengan mudah  masuk rumah lantaran pintu  pagar tidak terkunci. “Kalau pintu rumah memang ada bekas congkelan. Setelah  berhasil masuk, tampaknya pelaku langsung menuju kamar utama yang di dalamnya tersimpan uang dan surat-surat penting milik korban,” jelas Jajak.

Saat ini, pihaknya akan terus   melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.  “Kami akan terus melakukan lidik karena hasil identifikasi  sidik jari juga sudah tercampur, sehingga tidak terbaca,” pungkasnya. (radar)