Browse By

Unras Desak Kelas Jalan Dipatuhi

GRATI – Kondisi ruas jalan rusak di Kabupaten Pasuruan terus dikeluhkan. Kemarin (6/3), sejumlah warga Desa Kebonrejo, Kecamatan  Grati, kembali melakukan unjuk rasa.Sejumlah warga melakukan penutupan jalan  di pertigaan Menangas.

Hal itu dilakukan terhadap kendaraan bermuatan berat yang berasal dari perusahaan tambang di Desa Umbulan  dan Winongan.Aksi tersebut bukan kali pertama. Awal Februari  lalu, sejumlah warga juga melakukan hal yang sama  lantaran sepanjang jalan di desa tersebut menjadi  perlintasan kendaraan bermuatan berat.

Asyari, koordinator aksi menyebut, banyaknya kendaraan berat yang melintas itu membuat ruas jalan mudah rusak. “Sementara, jalan ini masuk klasifikasi tiga. Dengan batas tekanan 8 ton, tapi kendaraan tambang yang lewat itu lebih dari 15 ton,” tutur Asyari.

Loading...

Ia mengatakan, dari aksi yang dilakukan sebulan lalu memang telah dilakukan perbaikan jalan oleh Pemkab Pasuruan. Namun, upaya perbaikan itu tak bertahan lama. Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, sepanjang jalan di desa tersebut memang banyak kerusakan.

Aksi warga kemarin tak hanya ditujukan pada pemerin- tahan daerah setempat. Tapi,juga pada perusahaan tambang yang kerap memanfaatkan ruas  jalan setempat. “Manajemennya tiap hari lewat sini, tapi kenapa nggak diperhatikan jalannya? Padahal,  rusaknya jalan bukan karena banjir, tapi tidak mampu menahan tekanan kendaraan tonase berat,” imbuh Asyari.

Ia menegaskan, aksi tersebut akan terus dilakukan selama  tidak ada solusi dari pihak-pihak terkait. Selain menuntut perbaikan jalan, warga juga menginginkan agar peraturan yang menyinggung tentang peraturan jalan ditegakkan.

“Di Permenhub kan sudah ditentukan klasifikasi jalan dan batas muatan kendaraannya, tapi kenapa tidak ditegakkan?,” kritiknya.  Terkait aksi warga tersebut, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Suhartono mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah petugas lapangan untuk melakukan perbaikan tambal sulam.

Hal itu dilakukan lantaran anggaran daerah yang dibutuhkan untuk perbaikan secara permanen belum mencukupi.

“Kami sudah mengajukan usulan perencanaan perbaikan jalan pasca bencana ke pemerintah pusat. Kalau nanti disetujui kami bisa melaksanakan perbaikan secara permanen. Sementara ini masih dilakukan perbaikan tambal sulam yang akan kami lakukan secara rutin, berdasarkan pengawasan apabila terdapat kerusakan,” jelas Suhartono. (radar)