Browse By

Propam Periksa 5 Anggota Buntut Pengakuan Bandar Obat Keras

Buntut Pengakuan Bandar Obat Keras soal  Backing Oknum Polisi

MAYANGAN – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim bergerak cepat menindaklanjuti kabar adanya backing dari petugas  kepolisian ke bandar pengedar obat keras. Saat
ini, Propam Polda telah memeriksa 5 anggota  polisi yang diduga terlibat.

Empat anggota polisi yang dperiksa diketahui bertugas di Polres Probolinggo Kota. Sementara satu lainnya bertugas di Polda Jatim. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera pada Jawa Pos  Radar Bromo, kemarin (6/3).

Loading...

“Sudah diperiksa Propam, semua nama-nama anggota yang beredar itu. Kami nggak main-main soal kasus obat-obatan ini,” terang pria kelahiran Toraja, Sulawesi  Selatan, itu. Dari hasil pemeriksaan itu, Barung–sapaan akrabnya–memastikan jika anggota polisi tidak terlibat dalam kasus tersebut.

“Sudah dikonfrontir oleh Propam, hasilnya tidak terlibat. Pengakuan pelaku itu bohong semua,” ujar mantan kabid humas Polda  Sulsel tersebut. Diketahui, informasi keterlibatan anggota polisi didapat dari pengakuan bandar yang  bernama Agung.

Sabtu (4/3) pe-tang lalu, anggota Intel Kodim 0820 Probolinggo mengamankan tiga pelaku pengedar obat keras.Mereka diamankan di Jalan Kapten Patimura, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan,  Kota Probolinggo.

Ketiga pelaku yang dibekuk itu adalah Sukarno, 41, warga Jalan  KH. Abdul Hamid, Gang V/12,  RT 3/RW 2, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok; Ikrar Ardiles, 41, warga Jalan WR. Supratman, Gang Sungging, RT 5/ RW 6, Kelurahan Jati, Kecamatan  Mayangan; serta Rusdiyanto, 42, warga Warga Jalan Imam Bonjol, No. 55, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Setelah menangkap tiga orang itu, salah satu Intel Kodim mengirim pesan singkat ke Agung (bandar) melalui HP salah satu pe laku yang telah ditangkap. Anggota  intel saat itu menyamar jadi pelaku yang tertangkap lantas mengirim SMS ke Agung.

Dari situ, Agung menjawab lewat SMS ke pelaku yang telah ditangkap, bahwa ia akan membebaskan pelaku yang telah ditangkap. Agung mengaku bisa membebaskan anak buahnya itu lantaran bisnisnya selama ini di-backing-i oknum petugas kepolisian.

Tiap bulan, Agung menyebut  setor kepada sejumlah oknum petugas kepolisian. Mulai Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta per minggunya. Nama-nama anggota polisi yang disebut Agung itu kemudian beredar di media sosial. Dari lima nama itu, ada sejumlah perwira. Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi membenarkan jika anggotanya tidak terlibat.

“Sudah diperiksa Propam, kami menyerahkan sepenuhnya pada  Propam. Sejauh ini tidak ada ke terlibatan anggota, seperti yang dituduhkan pelaku,” katanya. Jika di kemudian hari ternyata anggotanya terlibat, pihaknya  berjanji tidak akan memberi perlindungan.

”Kan sudah ditegaskan oleh Pak Kapolresta (Kapolres Probolinggo Kota AKBP  Hando Wibowo), kami berkomitmen memberantas peredaran obat terlarang. Termasuk anggota polisi, pasti kita tindak,” tegasnya.

Terkait penyelidikan kasus ini, Satreskoba menurut Djumadi, melakukan pengembangan. Sejauh ini, polisi masih memburu D, warga Jember yang memasok pil edar farmasi itu pada komplotan Agung. Sementara itu, AKP DW, salah satu anggota yang “dicokot”  pelaku Agung, saat ditemui di kantornya kemarin membenarkan jika ia telah diperiksa propam.

“Sudah kemarin (Minggu, Red) diperiksa. Setelah rilis (pres rilis ungkap penangkapan Agung) di sini, kami diperiksa,” katanya.  Pemeriksaan itu disebutkan berlangsung 13 jam. Mulai pukul 11.00 hingga 24.00. Kepada  koran ini, AKP D membantah  tudingan pelaku.

“Saya tidak terlibat, buktinya saya bisa ketawa-ketawa. Kalau saya terlibat, tidak mungkin Agung ini diamankan,” katanya. Terkait penangkapan Agung yang baru diamankan setelah ketiga pelaku diamankan anggota Kodim, AKPD mengaku tidak ada kaitannya.

“Agung ini sudah masuk TO (Target Operasi, Red). Dia kami buru setelah  kami mengamankan pelaku lain bernama Sony. Kami tidak bisa serta merta menangkap Agung  tanpa alat bukti, makanya setelah punya alat bukti, kami amankan,” jelasnya.

Saat ditemui kemarin, sejumlah anggota Polda Jatim juga berada diruangan AKP D. Anggota Polda  itu menurut AKP D, tengah melakukan pendampingan terkait penyerahan pelaku oleh Kodim. “Kami didampingi agar tidak ada  kesalahan administrasi setelah pelimpahan itu,” jelasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • merawanin anak sd
  • Ml abg kecil didalam mobil 3gp
  • video bokep merwani anak smp di mobil