Browse By

Ditinggal Kerja, Rumah Ludes Dilalap Api

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

NGULING – Rumah milik seorang agen penjual peralatan listrik di Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kemarin  siang (6/3) ludes dilalap api. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.  Namun, kerugian akibat kebakaran  ditafsir hingga ratusan juta.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, insiden  kebakaran itu terjadi sekira jam 12.30. saat itu, rumah permanen yang berada di Dusun Kedundung RT 14/RW 2 tersebut dalam keadaan kosong.

Loading...

Sutrisno, 37, sang pemilik rumah, sedang pergi belanja barang-barang dagangan ke Surabaya. Sedangkan Kholifah, sang istri tengah berada di  kebun, anaknya masih bersekolah. “Saya nggak tahu apa-apa. Suami  sedang kulakan ke Surabaya. Saya lagi di kebun. Sedih saya, setelah tahu semuanya sudah habis,” keluh Kholifah yang kemarin terlihat masih dalam kondisi shock.

Kebakaran itu kali pertama diketahui para tetangga sekitar pukul 12.30. Asap disertai api terlihat langsung menyala membakar isi dan bagian atap bangunan rumah. Warga pun berupaya menolong. Dengan peralatan seadanya puluhan warga berusaha memadamkan api. Tapi sayang, keterbatasan pasokan air di lingkungan  setempat menyulitkan warga untuk segera memadamkan api.

“Pompa listrik untuk menyedot, listrik kan ikutan mati, jadi terpaksa ambil air ke sumur warga yang cukup lumayan jaraknya. Juga mengalirkan air lewat selang  ke rumah tetangga lainnya,” terang Adi Santoso, petugas dari Kecamatan Nguling yang saat itu turun  langsung ke lapangan. Saat warga tengah berjuang  memadamkan api, kobaran si jago merah terus membumbung.

Atap rumah berukuran 12 x 8 meter itu akhirnya ambruk.  Sementara itu, hampir seluruh perabotan rumah tangga juga hangus terbakar. Termasuk tumpukan barang dagangan, berupa  lampu emergency, kipas elektronik, beserta handphone gosong dan  ludes dilalap si jago merah.

Api akhirnya bisa dipadamkan sekitar jam 14.30 WIB, selang dua jam sejak terjadinya kebakaran. Nahas, kebakaran sama  sekali tidak menyisakan barang-barang rumah. Semuanya ludes hangus terbakar. Termasuk barang-barang berharga milik  sang pemilik rumah.

“Hanya menyisakan rangka bangunan rumah saja. Karenanya, pihak kecamatan akan melaporkan kejadian dan kerugian kejadian ini ke Dinas Sosial (Dinsos)  setidaknya untuk membatu korban,” imbuh Adi Santoso.

Terpisah, Kapolsek Nguling AKP Marwan mengungkapkan,  insiden itu murni musibah. Berdasar data dan keterangan di lapangan, hasil kesimpulan sementara kebakaran diduga kuat kebakaran terjadi imbas adanya korsleting di salah satu  ruang/kamar dalam rumah.

Saat disinggung jumlah kerugian, perwira dengan tiga strip di pundaknya ini menjelaskan,  masih menunggu keterangan  dari pemilik rumah. Namun, kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 100 juta. Jumlah itu mendasar karena  di dalam rumah tersebut banyak sekali barang-barang dagangan berupa peralatan elektronik siap jual, khususnya untuk kebutuhan nelayan yang ikut habis terbakar. (radar)