Browse By

Regenerasi Seribu Penari Jaran Bodhag

PROBOLINGGO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo berupaya meregenerasi pelaku kesenian Jaran Bodhag di Kota Probolinggo. Regenerasi di lakukan sedini mungkin. Yakni, pada siswa TK.

Regenerasi ini, menurut Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Agus Efendi, dilakukan agar Jaran Bodhag tidak kehilangan peminat. Termasuk, tidak kehilangan penerus kesenian ini.  “Regenerasi kesenian Jaran Bodhag harus segera dilakukan. Terutama kepada anak-anak usia dini, seperti siswa TK. Agar mereka mengenal kesenian daerahnya,” terangnya.

Untuk mewujudkan rencana itu, Disbudpar akan menggandeng beberapa pihak. Seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan  Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI).  “Sebenarnya guru TK sendiri sudah dilatih oleh Dewan Kesenian untuk belajar Jaran  Bodhag. Nah, sekarang tinggal mengajarkan pada siswa-siswanya,” jelasnya.

Loading...

Agus sendiri menyebut program ini sebagai program seribu penari Jaran Bodhag. Seribu  penari ini dibentuk dari siswa-siswa TK sebagai  bagian dari regenerasi kesenian Jaran Bodhag.  “Munculnya gagasan ini, karena melihat  langkah Pemkab Banyuwangi meregenerasi kesenian Tari Gandrung. Makanya, kita terapkan  juga di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Namun, rencana ini bukan tanpa kendala.  Perlu peralatan khusus untuk kesenian ini. Seperti, kuda-kudaan yang biasa digunakan  untuk menari.  “Ini yang masih jadi kendala kita, yaitu menyediakan peralatan seperti kuda-kudaan. Kalau Tari Gandrung di Banyuwangi itu kan hanya kostum,” jelasnya. (radar)