Browse By

Dua Komplotan Perampas Mobil Diringkus

BANGIL – Perburuan anggota Buser Polres Pasuruan untuk membekuk komplotan pelaku begal  mobil, berbuah hasil. Dua pelaku yang selama ini menjadi DPO kasus perampasan mobil di wilayah Kabupaten Pasuruan, berhasil diringkus.

Satu diantaranya bahkan dihadiahi timah panas polisi lantaran berusaha lari saat akan ditangkap petugas. Kedua pelaku tersebut diketahui bernama Ruswanto, 28, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo dan Khodir, 41, warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan.

Keduanya menjadi incaran petugas setelah seorang rekannya, M. Romzi, 38, warga Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, yang tertangkap lebih dahulu pada pertengahan  Januari 2017 lalu.

Loading...

Kanitbuser Polres Pasuruan Iptu Maryana menuturkan, tersangka Ruswanto ditangkap petugas Kamis (2/3) malam. Sementara rekannya, Khodir ditangkap ke esokan harinya, sekitar pukul 13.30.  “Kami masih memburu pelaku lain yang  terlibat dalam kasus perampasan mobil tersebut,” jelas Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Khoirul  Hidayat.

Dikatakan Maryana, kasus perampasan mobil itu berlangsung Rabu, 4 Mei 2016  lalu. Korbannya, menimpa Sulisminah, 58, Desa Babatan, Kecamatan Wiyung,   Surabaya. Ceritanya bermula ketika korban yang sudah mengenal Romzi mengalami sakit menahun.

Romzi kemudian menawarkan berobat ke paranormal yang ada di wilayah  Kabupaten Pasuruan. Korban yang percaya, langsung menyanggupinya.  Keduanya  kemudian janjian di Purwosari, untuk kemudian diantar Romzi ke lokasi.

Saat itu korban mengendarai mobil Honda Jazz nopol L 1305 BY sendirian. Di Purwosari, korban bertemu Romzi yang kala itu  bersama temannya, Ruswanto. Selanjutnya,  mereka pun mengarah ke utara. Namun, tak lama, Ruswanto melakukan panggilan kepada Khodir dan rekannya  melalui handphone-nya.

Beberapa menit  kemudian, datanglah keduanya mengendara motor dan menghampiri mobil korban. Para pelaku kemudian masuk mobil dan menyekap korban. “Para pelaku mengikat tangan, menutup mata, mulut, dan kaki korban dengan lakban. Selanjutnya, mereka membuang korban dan melarikan mobil korban,” urai Maryana.

Dari kejadian itulah, korban mengalami kerugian hingga Rp 190 juta. Karena bukan  hanya mobilnya raib, sejumlah surat-surat  penting dan dua handphone-nya raib  digondol para pelaku. Korban lalu melapor  ke polisi. (radar)