Browse By

Rombongan Aisyiyah Jombang Kecelakaan, 1 Tewas dan 16 Luka-luka

PRIGEN – Diduga tidak menguasai medan, mobil rombongan Aisyiyah Kabupaten Jombang, mengalami kecelakaan di Desa Lumbangrejo, Kemacatan Prigen, Kabupaten Pasuruan atau yang dikenal dengan jurang Ampel, sekitar pukul 11.00, kemarin (4/3).

Sebelum  menghantam pembatas jalan, mobil tersebut menabrak pengendara  motor yang melaju dari arah berlawanan. Pengendara motor bernama Santoso, 40, warga Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara dari rombongan pengaian itu, ada 15 orang yang mengalami luka-luka. Empat orang mengalami luka berat, sementara sisanya mengalami luka ringan.  Ni’mah, 66, warga Desa Bawangan, Ploso, Kabupaten Jombang  yang ikut dalam rombongan mengatakan, mereka hendak ke Hotel  Tanjung, Desa Tretes, Kecamatan Prigen, untuk mengikuti rapat rutin.

Loading...

Mereka berangkat dari Jombang sekitar pukul 08.30  dengan 3 mobil carteran. Total  semua ada 58 peserta. “Kami rombongan Aisyiyah  dan Muhammadiyah se-Kabupaten Jombang,” terangnya.  Ni’mah tampak shock setelah peristiwa tersebut. Ia sendiri  belum memutuskan apakah akan  melanjutkan perjalanan atau tidak.

“Gak tahu ya ini, terus  lanjut apa tidak, saya tergantung  teman-teman,” ungkapnya. Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, di TKP memang rawan  kecelakaan. Pasalnya, jalur ini menurun disertai tikungan yang cukup tajam.

Fadholi, 47, warga Desa/Kecamatan Kejayan yang kebetulan bekerja di proyek sekitar lokasi mengatakan, mobil elf  nopol AG 7484 S ini meluncur tajam sejak dari Trawas ke Prigen. “Jadi dari atas saya lihat dia sudah kencang dan zig zag, mungkin rem blong. Saat itu ada juga kendaraan roda dua yang  melaju ke atas, akhirnya terhantam dan terjatuh di got. Sedangkan mobil elf langsung tetap terjun dan akhirnya menghantam besi pembatas,” ungkapnya.

Seandainya tidak ada pembatas  jalan, kemungkinan mobil tersebut terjun ke jurang. Rombongan yang panik, berteriak minta tolong. Warga yang mendengar kecelakaan itu langsung berdatangan dan menyelamatkan penumpang.

Sedikitnya 15 penumpang elf mengalami luka-luka. Empat di antaranya mengalami luka berat. Yakni, sopir dan penumpang  yang ada di kursi depan.  “Untuk 2 penumpang yang di  depan agak sulit evakuasinya, karena kakinya sedikit terjepit,”  ungkapnya.

Maklum, kondisi mobil yang dikemudikan Edi Sutrisno, 54, warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, ini rusak parah di bagian depan. Sementara, pengemudi motor Honda Supra nopol K 3147 IQ, tewas di TKP dengan kondisi kepala pecah.

Seluruh korban kemudian di bawa ke Puskesmas Prigen. Lima di antaranya dirujuk ke RSUD Bangil. Sedangkan jenazah Santoso, dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk dilakukan visum.  Edi Sutrisno, 54, pengemudi elf  mengatakan, mobil yang dikemudikannya semula tidak mengalami masalah. Hanya saja, saat turunan tajam, rem mobil blong. 

Pria asal Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang ini mengaku, saat turunan tajam, ia menggunakan gigi 2. Entah kenapa, sejak saat itu mobil tak bisa direm. “Supaya tidak terjun bebas, saya zig-zag sampai akhirnya menabrak roda dua dan akhirnya menabrak  besi pembatas,” ungkapnya. 

Kanit Lantas Polsek Pandaan, AKP Akhmad Sukiyanto mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut. Termasuk memeriksa kelaikan kendaraan tersebut. “Untuk jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas mobil. Namun, untuk mesin mobil apakah masih bagus atau tidak, perlu penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.  

Ipda Marti, Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan mengatakan, kecelakaan terjadi lantaran sopir elf diduga kurang bisa menguasai kendaraan dan medan. “Ini dari olah TKP sementara,  kecelakaan terjadi memang karena sopir kurang bisa menguasai laju kendaraan. Setelah jalan turunan tajam, dia kurang bisa menguasai. Akibatnya oleng ke  kanan dan kemudian menabrak roda dua dan akhirnya menabrak guardial,” ungkapnya.  

Menurutnya, sopir tidak bisa menguasai kendaraan sekitar 75 meter sebelum guardrail.  Sedangkan motor sempat terseret 15 meter, sebelum kemudian masuk ke selokan. Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, kejadian itu juga menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 24 juta. (radar)