Browse By

Korupsi ADD, Eks Kades Klenang Lor Ditahan

BANYUANYAR – Penyidik tipikor Polres Probolinggo akhirnya menahan mantan Kades Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Slamet Basuki. Sejak Rabu (1/3), tersangka kasus dugaan tindak pindana  korupsi (tipikor) alokasi dana desa  (ADD) itu ditahan di Mapolres.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasat Reskrim AKP Hariyanto menegaskan, penahanan dilakukan, setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, menyatakan berkas tersangka  lengkap alias P-21.

Rabu itu menurut Kasat Reskrim, tersangka dipanggil untuk diperiksa dalam proses penyidikan. Pihaknya lantas memutuskan untuk menahan tersangka, hari itu juga.  ”Tersangka sudah kami tahan  Rabu kemarin. Jadi, kami lakukan pemanggilan terhadap tersangka untuk proses penyidikan.  Setelah diperiksa, kami pun menetapkan tersangka ditahan,” katanya kepada Jawa pos Radar Bromo kemarin.

Loading...

Kasat Reskrim mengaskan, saat ini proses penyidikan atas kasus  dugaan korupsi ADD Klenang  Lor sudah hampir tuntas. Tinggal pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres ke JPU Kejari Kabupaten Probolinggo. Dimana, pelimpahan tahap dua itu nantinya tidak hanya menyerahkan berkas. Tetapi tersangka dan barang bukti ikut serta dilimpahkan ke Kejaksaan.

Khawatir saat pelimpahan tahap kedua tersangka Slamet tidak bisa hadir, pihaknya pun  memutuskan untuk menahan  tersangka. Mengingat, tersangka bekerja di luar kota. “Kami masih koordinasi dengan JPU terkait waktu pelaksanaan tahap dua perkara ini. Sebab, pelimpahan tahap dua  itu harus diserahkan langsung  pada JPU,” terangnya.

Tersangka sendiri diduga menyalahgunakan ADD selama tiga tahun berturut-turut. Yaitu  tahun 2010, 2011 dan 2012. Dengan nilai anggaran ADD  selama tiga tahun berkisar Rp  210 juta. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp 82  juta, sesuai hasil audit BPKP.

Dijelaskan Kasat Reskrim, hampir semua dana ADD itu disalahgunakan. Baik itu anggaran  kegiatan fisik. maupun non fisik. Seperti, tahun 2010 ada kegiatan rehabilitasi balai desa yang diduga tidak sesuai bestek. Kemudian, di tahun berikutnya (2011), ada pembangunan fisik jalan paving. Dan terakhir  pembangunan gorong-gorong di desa pada tahun 2012.

”Selain anggaran kegiatan fisik,  juga non fisik. Seperti halnya  pemberian honor perangkat desa yang tidak sesuai dengan mestinya. Termasuk pengadaan inventaris-iventaris kantor desa diduga bermasalah,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Widi Trismono saat dikonfirmasi menegaskan, berkas dugaan korupsi ADD Klenang lor  sudah P-21. Selanjutnya, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres.  “Nanti akan dijadwalkan pelimpahannya,” ujarnya. (radar)