Browse By

Jadi Tersangka, Eks Kapolsek Keboncandi Ditahan

Terkait Penggelapan BB 18 Motor  di Polsek Keboncandi

SURABAYA – AKP Zainuri, mantan Kapolsek Keboncandi, Pasuruan, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim. Perwira yang kini bertugas di Bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Jatim itu, terjerat kasus penggelapan 18 barang bukti sepeda motor yang ada di Mapolsek Keboncandi.

AKP Zainuri ditetapkan tersangka pada Jumat (3/3) lalu, setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya. Sebelumnya, Bid Propam Polda Jatim melakukan pemeriksaan beberapa kali pada AKP Zainuri.

Loading...

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penetapan tersangka itu. “Jumat (3/3) kemarin sudah ditetapkan tersangka, dimana perwira ini terbukti melakukan  penggelapan 18 barang bukti  sepeda motor tersebut,” terangnya, kemarin (4/3).

Barung mengatakan, pelaku langsung dijebloskan ke dalam tahanan Mapolda Jatim untuk menjalani hukuman. “Barang  bukti sudah jelas semua, jadi kami  lakukan penahanan agar pelaku ini tidak kabur,” tegasnya.

Kasus ini terjadi dimana sebelumnya, ada laporan bahwa 18 barang bukti motor di Mapolsek  Keboncandi, raib. Belasan barang  bukti itu merupakan sitaan polsek dalam kurun waktu 2015- 2016. Dimana semua barang bukti itu, sudah  lama tak diambil pemiliknya.

Pelaku menyuruh anak buahnya, yakni Aiptu GS dan Aiptu CH menjual motor-motor itu ke pengusaha besi tua di Pasuruan, seharga Rp 5 juta pada 3 Oktober 2016. Itu diketahui setelah Unit Propam Polres Pasuruan Kota   mengamankan barang bukti,  berupa kuitansi penjualan 15  motor yang di tandatangani salah satu oknum polisi.

Bid Propam Polda Jatim kemudian mengambil alih pemeriksaan tersebut. Dari pemeriksaan itu, terbukti AKP Zainuri terbukti melakukan penggelapan barang bukti motor tersebut. Itu sebabnya, setelah mencuat kasus tersebut, Zainuri dipindahtugaskan ke Yanma Polda Jatim.

Selama beberapa hari, AKP  Zainuri dilakukan pemeriksaan secara berkala di Bid Propam Polda Jatim. Barung mengatakan, penetapan tersangka ini sebagai  bentuk ketegasan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin untuk  tidak pandang bulu menindak  kejahatan di Jatim.

“Meskipun oknum polisi dengan inisial Z ini sudah perwira,  kami tidak akan pandang bulu  menindak tegas anggota yang bermasalah,” katanya. Selain  hukuman kurungan, Zainuri  terancam dipecat sebagai anggota polisi. “Pasti itu (dipecat,Red), karena tidak pantas anggota polisi atau bahkan perwira melakukan itu,” terangnya.

Pemecatan dilakukan setelah  yang bersangkutan menjalani  persidangan. Barung menjelaskan, tersangka akan menjalani  dua proses persidangan. Yakni  persidangan tindak pidana yang diajukan oleh Reskrimum Polda  Jatim, kemudian persidangan  kode etik yang diajukan oleh Propam Polda Jatim.

Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun  penjara. “Hasil vonis hakim itu nanti akan dipertimbangkan sebagai dasar pemecatan dalam  sidang kode etik,” tegas Barung.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo menegaskan, pihaknya akan  terus mendukung proses hukum terhadap mantan anggotanya  yang telah mencoreng institusi korps Bhayangkara itu.

Bagaimana dengan bawahan Zainuri yang diduga terlibat? Terkait Aiptu GS dan Aiptu CH, duaanggota Polsek Keboncandi yang diduga turut serta dalam penggelapan BB tersebut, kini masih dalam proses penyidikan.

“Masih dilakukan penyidikan, proses penindakannya nanti internal Polres. Sejauh ini sanksi yang akan dikenakan hanya disiplin dan etika, kecuali kalau ada indikasi  tindak pidana akan kita serahkan ke Polda,” jelasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kompol zainuri