Browse By

Dipenuhi Karang Cantik dengan Aneka Ikan Hias

WAKTU masih menunjukkan pukul 08.30 ketika kapal berisi 15 penumpang menyerang ke Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kemarin (4/3). Kapal tersebut mengangkut sejumlah penumpang, termasuk wartawan Jawa  Pos Radar Bromo yang berencana melakukan snorkeling di perairan  Pulau Gili Ketapang.

Sinar Matahari bersinar cukup terik. Sehingga, bagian atas kapal ditutup  dengan terpal. Sementara angin cukup  tenang dengan ombak yang kecil, membuat perjalanan menuju satu- satunya pulau di Kabupaten Probolinggo itu terbilang lancar.

Sekitar 30 menit perjalanan, kapal  mulai mendekati wilayah Pulau Gili  Ketapang. Sisi-sisi keindahan laut di perairan Gili Ketapang pun mulai  terlihat. Air laut yang dari jauh berwarna kehijauan, berubah bening begitu mendekat ke pulau.

Loading...

Lalu, pasir di dasar laut yang berwarna putih beserta karang-karangnya yang indah, mulai  terlihat di jarak sekitar 300 me ter dari garis pantai pulau Gili. Beberapa ekor ikan berwarna warni pun terlihat di permukaan. Mengundang decak kagum  20 wisatawan yang berniat snorkeling, hari itu.

Kapal lantas menurunkan para wisatawan snorkeling di Pulau  Gili sisi Utara yang berpasir putih. Sementara penyeberang biasa, diturunkan di dermaga.  Di dekat lokasi tersebut, berdiri tempat peristirahatan bagi wisatawan yang berkunjung.

Ada  beberapa pondok dari bambu untuk berisitirahat, sebuah  warung kecil yang dilengkapi  musala, serta sejumlah kamar mandi untuk membilas tubuh setelah berenang.  Sekitar pukul 10.00, wisatawan  yang berencana snorkeling di antar menggunakan sebuah kapal nelayan. Namun, sebelumnya  mereka diajari untuk menggunakan peralatan snorkel.

“Pertama kita harus membiasakan dulu dengan alat snorkel  ini ya,” ujar Jamal, salah satu  dari empat pemandu yang menemani wisatawan snorkeling  hari itu.  Snorkel sendiri, merupakan alat bantu untuk menyelam. Alat ini  berupa kacamata dan sebuah  selang pendek yang terhubung  dengan mulut sebagai alat bantu pernafasan dalam air.

“Harus dipastikan untuk kacamata snorkel harus benar- benar menempel pada kulit  wajah. Jangan sampai tertutup  kerudung atau rambut. Itu akan  membuat air laut masuk ke dalam kacamata,” ujar warga Gili  Ketapang ini.

Jamal juga mengajarkan cara memasang selang snorkel yang benar. Selang ini bagian mulutnya harus digigit, sehingga air laut tidak masuk ke dalam selang dan terminum.  “Kacamata harus tepat terpasang pas di bagian hidung. Kita tidak bernafas melalui hidung, tapi menggunakan selang,” ujarnya.

Sekitar 10 menit, Jamal dan  tiga pemandu yang semuanya warga Gili Ketapang, memberikan penjelasan dan praktek menggunakan snorkel. Setelah itu, wisatawan diajak menuju  salah satu spot yang berada disebelah Selatan Pulau Gili.

Lokasi spot sebelah Selatan Pulau Gili ini lebih dikenal dengan sebutan spot Timur. Spot ini, memiliki kedalaman 2-3 meter. Semua wisatawan pun langsung  menyelam, termasuk wartawan koran ini. Pemandangan laut  yang indah pun langsung terlihat.

Karang-karang tumbuh alami  di lokasi ini. Sayangnya, ada  beberapa karang yang mati. Sehingga, tidak banyak ikan yang berada di lokasi tersebut.  Penyelaman di spot Timur tidak berlangsung lama, hanya berkisar 30 menit.

Lokasi penyelaman lantas dipindah, karena arus  di spot Timur semakin keras. Lokasi snorkeling kemudian dipindah ke spot Barat yang berada di sisi Utara Pulau Gili Ketapang. Jika dibandingkan  dengan lokasi sebelumnya, lokasi penyelaman di spot Barat  memiliki arus yang lebih tenang.

Pemandangannya pun tidak kalah indah dengan spot Timur. Bahkan, kondisi karang di spot Barat jauh lebih baik. Terbukti  dengan vegetasi karang yang  lebih beragam, serta aneka ikan hias banyak ditemui di spot Barat. Di sini, wisatawan tidak hanya menyelam dan menikmati keindahan alam bawah laut. Namun, mereka bisa melakukan foto  underwater dengan dibantu pemandu wisata snorkeling.

“Kondisi karangnya lebih bagus  di spot Barat ya,” ujar Desi Nurul  Aini, 29, salah satu wisatawan  yang ikut menyelam. Desi lantas membandingkan,  kondisi karang di spot Barat banyak yang masih hidup. Termasuk  jenis ikan hias pun, lebih banyak dengan aneka ukuran.

Desi yang baru pertama snorkeling mengaku menikmati rangkaian kegiatan menyelam ini.Namun, memang perlu sedikit berhati-hati. Sebab, kondisi arus  air yang kadang cukup kencang bisa menyeret penyelam. (radar)