Browse By

Dimas Kanjeng Terserang Gejala Tifus

KRAKSAAN – Hari ini Dimas Kanjeng Taat Pribadi, 46, diagendakan akan kembali diadili di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. Namun, agenda itu sepertinya   tidak akan sesuai rencana. Sebab, terdakwa yang kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutah) Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, itu terserang gejala tifus.

Pengacara Dimas Kanjeng Taat Pribadi Erman Umar mengatakan, kliennya terserang gejala tifus. Sehingga, kemungkinan besar  sidang beragenda pembacaan  eksepsi itu akan ditunda. Sebab, terdakwa tidak bisa hadir dalam  persidangan.

“Pembacaan eksepsinya tidak bisa dilakukan kalau terdakwa tidak hadir,” ujarnya. Erman mengaku, sejatinya pihaknya sudah menyiapkan eksepsi  untuk terdakwa. Pihaknya, juga sudah siap hadir dalam persidangan  di PN Kraksaan.

Loading...

“Karena terdakwa sakit, kemungkinan saya tidak datang. Biar teman-teman yang di Probolinggo saja yang mewakili. Tim kami kan juga ada yang dari Probolinggo,” ujarnya.  Terpisah, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Januardi Jaksha  Negara mengaku, juga  sudah mendengar kabar  jika Dimas sakit.

Tapi, pihaknya tidak mengetahui secara spesifik penyakit yang diderita terdakwa kasus  pembunuhan dan penipuan itu. “Saya hanya mendapatkan kiriman  surat keterangan sakit dari dokter. Tidak tahun secara spesifik sakitnya  apa,” ujarnya, kemarin.

Meski terdakwa sakit, pihaknya  akan tetap akan memanggil terdakwa agar hadir dalam persidangan. Bila tidak bisa, maka nantinya akan diserahkan kepada majelis hakim untuk menunda persidangan. “Kalau terdakwa tidak datang, kemungkinan  sidang akan ditunda,” ujarnya.

Diketahui, Dimas di adili karena didakwa menjadi otak  pembun han eks anak buahnya, Abdul Gani. Olah JPU, Dimas dijerat  dengan pasal primer 340  KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 tentang Turut  Serta Melakukan atau  Menyuruh Melakukan atau Melakukan Pembunuhan Berencana secara Bersama-sama.

Subsider, pasal 338 KUHP juncto 55 ayat (1) ke 2.Dakwaan ini diberikan karena terdakwa diduga jadi otak pembunuhan Abdul Gani pada April 2016 lalu. Eksekusi lantas di lakukan  di padepokan. Jenazah korban dibuang ke Wonogiri, Jawa Tengah.

Di mas juga didakwa dengan pasal 378 tentang Penipuan subsider pasal 372 tentang Penggelapan. Dakwaan itu diberikan Dimas diduga menipu Prayitno Supriadi, warga Jember dengan modus penggandaan uang. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep 2017