Browse By

Tuntut Tuntaskan Korupsi SMPN 11, Massa Lurug Kejari Kota Pasuruan

PURWOREJO – Puluhan massa kemarin (27/2) melurug kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan. Massa yang berasal dari aktivis LSM Penjara itu datang untuk meminta korps Adhyaksa tersebut menuntaskan perkara korupsi SMPN 11 Pasuruan.

Di kantor Kejari Kota Pasuruan yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman  itu, massa tak hanya berorasi. Mereka  juga membentangkan poster yang bertuliskan tuntutan agar kejaksaan tak tebang pilih mengusut tuntas perkara korupsi di SMPN 11 yang sudah memutus  tiga orang terdakwa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo  kemarin, massa mulai berdatangan sejak pukul 10.00. Begitu tiba di depan pintu gerbang kantor Kejari, massa meminta agar penyidik tak hanya berhenti di tiga orang terdakwa saja. Melainkan, harus menuntaskan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan atap ruang kelas di SMPN 11 Kota Pasuruan pada tahun 2014, supaya diusut tuntas.

Koordinator aksi, Rudi Hartono mengatakan, penjatuhan vonis terhadap  tiga terdakwa beberapa waktu yang lalu masih belum final. Sebab, menurut  Hartono, masih ada pihak-pihak yang sebelumnya berstatus saksi, diduga juga terlibat dalam kasus tersebut.

Loading...

“Kami menuntut Kejari melakukan  pemeriksaan jilid dua terhadap tiga oknum lainnya. Karena dalam fakta  persidangan, ada indikasi tiga oknum  pejabat ikut terlibat dalam rentetan pembangunan sekolah,” tegasnya.

Ketiga oknum itu di antaranya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta penyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPj) proyek. Menurut Hartono, ketiganya sempat berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan di pengadilan. Namun, dari hasil persidangan, ketiganya dinilai memenuhi unsur pidana korupsi yang tercantum da lam pasal 55 ayat 1 KUHAP.

“Dimana korupsi itu dilakukan secara  bersama-sama, tapi kenapa yang diusut  hanya oknum yang paling bawah,” tandasnya.  Aksi massa yang berjalan selama satu jam itu lantas dapat diredam setelah pihak Kejari bersedia menemui sejumlah  perwakilan dari massa.

Salah satu  petinggi di Kejari Kota Pasuruan yang  ikut menemui massa adalah Kasi Intelijen  Kejari Kota Pasuruan Dinar.  Dinar mengatakan, pihaknya sudah menerima aspirasi yang disampaikan oleh  massa. “Selanjutnya, kami akan melakukan telaah dulu terhadap tiga nama yang  disodorkan, bukti-buktinya juga harus dilengkapi sebelum diperkarakan,” beber  Dinar.

Menurut Dinar, tindak pidana korupsi  DAK pembangunan SMPN 11 Kota Pasuruan terungkap ketika salah satu  bangunan kelas roboh. “Memang ada indikasi kesalahan konstruksi dalam pembangunan gedung, tidak sesuai  dengan bestek yang ada,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  tiga orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi DAK tahun 2014 untuk pembangunan gedung SMPN 11 Kota Pasuruan. Ketiganya sudah disidang dan sudah divonis. Mereka adalah Isnardi; Junaedi;  dan M Sulton. (radar)