Browse By

Curi Tas di Truk, Babak Belur Dimassa

PURWOSARI – Nekat mencuri sebuah tas di ruang kemudi truk, membuat Andri Setyawan, 30, dihajar warga, kemarin (27/2) siang. Warga Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, itu pun babak belur.

Aksi massa itu terjadi di Dusun Kalikerang, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Saat itu sekitar pukul  14.00, sebuah truk diparkir di halaman sebuah rumah. Truk di parkir dengan kondisi kaca pintu samping terbuka. Sementara  pemiliknya sedang di luar truk.

Pelaku yang diduga sudah mengincar penumpang truk, langsung mendekati truk tersebut. Dia lantas melongok ke dalam  truk dan mendapati sebuah tas  di sana. Tanpa basa-basi, pelaku langsung mengambil tas itu.  Namun, aksi pelaku ternyata  dipergoki pemiliknya, Ngatminah, 29, warga Desa Pondok Bote, Kecamatan Sumber Manjing  Wetan, Kabupaten Malang.

Loading...

Tahu  tas nya dicuri, korban berteriak maling.  Tak cukup di situ. Bersama  suaminya, korban mengejar pelaku sambil terus berteriak maling. Aksi dan teriakan korban  mengundang warga sekitar keluar. Tahu ada pencurian, warga langsung membantu korban dan  suaminya mengejar pelaku.

Tak butuh waktu lama, pelaku yang lari langsung tertangkap warga. Tak hanya menangkap,  warga pun menghajarnya beramai-ramai, hingga babak belur. Beruntung, pelaku masih bisa selamat. Petugas Polsek Purwosari  yang mendapat laporan tentang peristiwa itu, langsung meluncur  ke TKP.

Petugas lantas mengamankan pelaku dan sejumlah barang bukti yang ada ke mapolsek  setempat.  Yaitu, sebuah tas perempuan  warna abu-abu putih milik korban. Di dalamnya berisi satu buah dompet warna hitam dan  uang tunai Rp 58 ribu. Kanit Reskrim Polsek Purwosari Aiptu Suyono menyebut, pelaku pencurian satu orang.

“Pelaku memang mengincar penumpang  truk ini. Jadi, begitu truk parkir  dengan kaca membuka, langsung didatangi. Kemudian mengambil tas korban,” terangnya.

Pelaku sendiri, jalan kaki saat  melakukan aksinya. Itulah mengapa, pelaku dengan mudah tertangkap warga saat melarikan  diri.  “Pengakuannya ke kami sendirian, tidak mengajak teman atau komplotan. Kini, kasusnya dalam  pengembangan penyidikan petugas  di lapangan,” lanjut Suyono.

Diduga karena beraksi sendirian itu, pelaku belum sempat mengambil dompet di tas korban. Saat diamankan, dompet dan  barang lain di tas korban masih  utuh. Tidak ada yang hilang. “Atas perbuatannya, pelaku kami  jerat dengan pasal 363 KUHP dan  ancaman maksimalnya tujuh tahun penjara,” tegasnya. (radar)