Browse By

Eks Sekdes Watukosek Dituntut 5 Tahun

BANGIL – Hari-hari eks Sekdes Watukosek, Kecamatan Gempol, M. Hasan Husen bakal lebih lama lagi berada  di penjara. Itu, seandainya majelis  hakim pengadilan tipikor Surabaya, menyetujui permohonan hukuman  yang diajukam JPU Kejari Kabupaten  Pasuruan.

Dalam sidang lanjutan Jumat (24/2) lalu, terdakwa kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Watukosek itu, dituntut hukuman lima tahun penjara. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Zalmianto Agung Saputra menuturkan, Hasan Husen dianggap telah melanggar  pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana telah diubah dengan UU  Nomor 20 Tahun tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Karena perbuatannya tersebut, memicu kerugian negara. Tak kurang ada  Rp 116 juta uang negara yang hilang karena perbuatannya tersebut. “Kami  sudah layangkan tuntutannya di muka persidangan. Ia kami tuntut hukuman lima tahun penjara,” ungkap Agung-sapaannya.

Loading...

Bukan hanya hukuman badan yang harus dijalani terdakwa. Ia juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara Rp 116 juta. Bila tidak, ia wajib menggantinya dengan kurungan badan selama enam bulan. Di samping itu, terdakwa juga dituntut denda sebesar  Rp 200 juta.

“Denda itu bisa digantikan hukuman kurungan, bila terdakwa tak mampu membayarnya selama enam bulan  ku rungan,” tambah dia. Dikatakan Agung, beberapa hal menjadi pertimbangannya mengajukan tuntutan tersebut. Sebagai pegawai  pemerintah, ia tak mendukung program pemberantasan korupsi.

Hal inilah  yang menjadi salah satu faktor besaran tuntutan itu dilayangkan.  Sidang lanjutan kasus yang melilit eks sekdes Watukosek tersebut, bakal dilangsungkan pekan depan. “Agendanya, pleidoi terdakwa,” jelasnya.

Seperti yang pernah diberitakan, Sekdes Watukosek non aktif, M. Hasan Husen terseret kasus dugaan korupsi  setelah Kejari Kabupaten Pasuruan melakukan pengembangan terhadap ADD Watukosek. Ia terseret dugaan korupsi ADD tersebut, setelah Kejari Kabupaten Pasuruan menetapkan Kades Watukosek Abdullah Abeb Yashadi lebih dulu sebagai tersangka dan kini harus menjalani masa hukumannya  selama tiga tahun.

Kasus dugaan korupsi yang disidik  tersebut adalah ADD tahun 2013-2014 setelah mendapat aduan dari salah satu ormas. Kejari menemukan sejumlah  kejanggalan, sehingga merugikan negara hingga ratusan juta. Dari situlah, akhirnya mengembang dan terjeratlah keduanya sebagai dalang di balik dugaan korupsi tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, Hasan Husen berkilah tak mengorupsi dana tersebut. Ia hanya meminjam uang negara itu. Pengakuan itu di lontarkannya, dalam sidang pemeriksaan dakwaan. (radar)