Browse By

Empat Eks Karyawan Pabrik Gula Gending Dipenjara

Lantaran Tempati Rumah Dinas

KRAKSAAN – Empat eks karyawan Pabrik Gula (PG) Gending, Kabupaten Probolinggo, harus tinggal di penjara. Kemarin (21/2), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan memvonis mereka bersalah karena telah menempati rumah dinas  PG Gending tanpa izin.

Keempat terdakwa itu ada Johnny Suyudi, 65; Suseno, 70; Sulasmi, 55; dan Waskito  Handrio, 65. Mereka sama-sama tercatat sebagai warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending. Mereka dinyatakan bersalah melanggar pasal 167 KUHP tentang Menempati Rumah tanpa Izin.

Loading...

Majelis hakim  yang diketuai oleh Mohammad Syarifuddin itu, memvonis mereka dengan hukuman penjara masing-masing 1,5 bulan. Vonis majelis hakim ini masih lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Probolinggo, Dimaz Atmadi.

Dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut mereka dengan pidana penjara selama 3 bulan. Syarifuddin mengatakan, ada beberapa pertimbangan terkait vonisnya. Pertimbangan memberatkan, tindakan mereka telah merugikan PG Gending. Sedangkan,  yang meringankan terdakwa selalu sopan dan tidak berbelit-belit selama persidangan  serta sudah berusia lanjut.

“Atas pertimbangan ini, majelis hakim memvonis terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama 1,5 bulan,” ujarnya, membacakan putusannya. Mendengar itu, para terdakwa mengaku menyatakan pikir-pikir. Usai persidangan, JPU Dimaz mengatakan,  keempat eks karyawan PG Gending itu  telah melanggar hukum.

Mereka menempati rumah dinas yang seharusnya hanya  boleh digunakan karyawan aktif. Pihak PG juga sudah menyurati mereka agar segera pindah sejak Desember lalu. Tapi,  mereka menolak sehingga PG menempuh jalur hukum.

“Saya cukup puas dengan  vonis hakim. Sebab, keempat terdakwa memang bersalah karena menggunakan  aset milik negara,” ujarnya.  Sedangkan, salah satu terdakwa, Johny mengaku, pihaknya tidak memiliki keinginan menguasai rumah dinas yang  di tempati.

Tapi, pihaknya tidak bersedia keluar karena PG Gending belum membayar uang penghargaan khusus pada mereka. Ia mengaku, tidak terima dengan vonis majelis hakim. Karenanya, dalam pekan  ini pihaknya bersama para terdakwa lainnya akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya.

“Kami hanya menagih janji PG. Kalau sudah terbayarkan kami  akan keluar,” jelasnya.  Terpisah, Perwakilan PG Gending yang membidangi aset, Taulan Taufik mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah persuasif sejak beberapa tahun lalu.

Tapi, mereka tidak mau keluar dari rumah dinas PG Gending. Bahkan, pihaknya  sampai 3 kali mengirim surat agar mereka segera meninggalkan rumah dinasnya. Termasuk, berusaha menyelesaikan  masalah ini lewat jalur mediasi, tapi buntu.

Taufik mengatakan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI tak pernah memberikan penghargaan khusus bagi karyawan yang pensiun. Melainkan, hanya memberikan pesangon dan santunan hari tua. Karenanya, tindakan yang dilakukan eks karyawan PG Gending itu mengada-ada.

“Tidak ada yang namanya penghargaan khusus. Yang ada hanya uang pesangon dan santunan hari tua saat mereka pensiun,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • berita Pg Gending
  • PG Gending 2017