Browse By

Waspada, Jalur Madakaripura Rawan Longsor

LUMBANG – Memasuki musim hujan pengunjung tempat wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang,  Kabupaten Probolinggo, harus waspada.  Sebab, jalur menuju tempat wisata  bersejarah itu rawan longsor.

Bahkan,  dalam bulan ini sudah beberapa kali  longsor. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo,  sepanjang jalan menuju air terjun Madakaripura dari Tongas ke Pasar Lumbang, sebagian masih rusak. Sedangkan, dari Perempatan Pasar Lumbang menuju  lokasi wisata, kondisi jalan sudah mulai bagus.

Tapi, tepatnya jalan Desa Negororejo, paling rawan terjadi longsor. Kemarin, kerikil sampai batu besar bekas longsor masih berada di tengah  jalan. Sehingga, bila tak hati-hati, cukup membahayakan bagi pengunjung dan  pengguna jalan.

Camat Lumbang Heriwahjudi mengakui, jalur menuju wisata Air Terjun Madakaripura rawan longsor. Terutama,  di Desa Negororejo. Sebab, desa ini  termasuk dalam wilayah rawan longsor  bersama Desa Branggah dan Desa Sapeh,  Kecamatan Lumbang.

Loading...

“Batu besar dan bebatuan di jalan Desa Negororejo itu  bekas longsor semalam. Tapi, nanti  akan segera dibersihkan oleh petugas,”  ujarnya, kemarin.  Heriwahjudi mengaku, pihaknya juga sudah melayangkan surat edaran kepada semua kepala desa untuk antisipasi terjadinya longsor. Terutama, di tiga  desa tersebut.

“Kami imbau warga yang rumahnya di bawah tebing untuk waspada. Jika turun hujan lebih baik mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.  Imbauan ini juga ditujukan kepada  pengunjung wisata air terjun Madakaripura. Pihaknya juga sudah memasang  papan pengumuman cukup besar di depan kantor kecamatan. Isinya imbauan rawan longsor.

“Kami juga sudah  koordinasi dengan BPBD dan Dispobpar, dipasang plang di perempatan Pasar  Lumbang. Saat ada longsor, plang ditulisi  wisata air terjun Madakaripura ditutup karena ada bencana. Sehingga, pengunjung tak sampai terlanjur masuk ke lokasi,” jelasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Sidiq Widjanarko,  belum  dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi  melalui sambungan selulernya tak ada  tanggapan. (radar)