Browse By

Mobil Dibobol, Rp 94 Juta Raib

nuryadi-sopir-mobil-kanan-dan-eko-supandi-manajer-pabrik-garmen-saat-menunggu-rekannya-anisa-yang-dimintai-keterangan-penyidik-kemarin

Duit Baru Diambil dari Bank untuk Gaji Karyawan

MAYANGAN – Aksi pencurian kembali terjadi di Kota Probolinggo. Setelah Kamis (1/12) lalu enam motor amblas dan kantor Dispenda dibobol, kemarin (2/12) giliran  mobil yang tengah diparkir di sebuah minimarket yang terletak di Jalan Raya Soekarno-Hatta digarong.

Duit sebesar Rp 94.850.000 yang sejatinya digunakan  untuk membayar gaji karyawan pabrik garmen PT Tjiulan yang terletak di Jalan Anggrek, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, amblas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan,  duit puluhan juta itu ditaruh dalam mobil Daihatsu Xenia  warna biru muda bernopol D  1311 ZV. Mobil itu disopiri Nuryadi, 40, warga Kelurahan Pilang,  Kecamatan Kademangan dan  Anisa Felia, 27, warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, yang jadi bagian administrasi  pabrik setempat.

Keduanya berangkat dari pabrik ke BCA di Jalan Suroyo untuk mengambil duit tunai untuk gaji  karyawan. Dalam perjalanan pulang ke pabrik, Anisa meminta berhenti di minimarket Jalan Soekarno-Hatta depan MAN 2 Kota   Probolinggo sekitar pukul 11.00. Anisa mengaku hendak membeli sejumlah keperluan.

Loading...

“Saya awalnya menunggu dan duduk di depan Indomaret. Namun, Mbak Anisa memaksa saya untuk  masuk. Ia menyuruh saya cari makanan atau minuman. Saya disuruh milih,” terang Nuryadi.  Nuryadi dan Anisa pun lantas sama-sama masuk ke minimarket.

Sekitar 20 menit kemudian,  keduanya baru keluar dari minimarket dan langsung masuk mobil.  Begitu masuk mobil, Nuryadi  mengaku melihat Anisa kebingungan. Sebab, tas warna cokelat milik Anisa yang ditaruh di jok depan mobil samping sopir sudah tidak ada.

 “Sambil bingung mencari tasnya, Mbak Anisa bilang bahwa  tasnya hilang. Saya bilang jangan   bercanda, itu isinya uang. Akhirnya saya atret (mundur) lagi masuk parkir ke Indomaret untuk mencarinya,” jelasnya. Usai dicek, Nuryadi mengaku pintu depan mobil sebelah kirinya sudah dalam kondisi rusak.

Kebetulan, mobil yang ditumpangi keduanya juga tak dilengkapi alarm. Mengetahui kemalingan, selanjutnya Nuryadi menghubungi  Eko Supandi selaku menajarnya.  Tak lama kemudian, Eko –panggilan akrabnya- datang ke lokasi.

“Saya tidak mengetahui jumlah uangnya, soalnya saya cuma  supir. Yang tahu Mbak Anisa selaku admin,” terangnya.  Tak berselang lama, mereka  pun melapor polisi. Petugas pun  langsung melakukan olah TKP.  “Uang yang baru diambil sejumlah Rp 94.850.000. Uang itu untuk gaji karyawan besok (hari ini),” terang Eko.

Sekitar pukul 14.00, Eko mengaku mendapat informasi bahwa tas cokelat milik Anisa ditemukan di tempat sampah jalan Gubernur Suryo, belakang pabrik garmen. Namun, tas itu sendiri dalam kondisi kosong. Yang ada, hanya  dompet milik Anisa, STNK, dan  buku rekening.

“Dompet milik Anis uangnya juga diambil,” tuturnya.   Sekitar pukul 15.25, ketiganya akhirnya mendatangi Mapolres  Probolinggo Kota untuk membuat laporan resmi. “Kami berharap agar (duit) bisa ditemukan,” harap Eko.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Suwancono mengatakan bahwa pihaknya  masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ia belum  bisa berkomentar banyak soal  kronologi pencurian maupun  dugaan para pelaku pencurian  tersebut.

“Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sehingga, kami belum bisa berkomentar apakah korban ini sudah diincar atau belum. Termasuk  apakah pencurian ini berkaitan  dengan aksi pencurian di (kantor) Dispenda (Pemkab Probolinggo),”  ujarnya singkat. (radar)