Browse By

Berkas Tahap I Taat Pribadi Dilimpahkan

penyidik-saat-menunjukkan-sejumlah-barang-bukti-penipuan-dimas-kanjeng-beberapa-waktu-lalu

SURABAYA – Proses penyidikan kasus dugaan penipuan bermodus  penggandaan uang dengan tersangka utama Dimas Kanjeng Taat Pribadi,  memasuki babak baru. Kemarin, tim penyidik Ditreskrimum  Polda Jatim  akhirnya menyerahkan  berkas kasus itu ke Kejaksaan Jawa Timur.

Informasi yang diperoleh dari  pihak kepolisian menyebutkan, penyidik hanya menyerahkan berkas kasus penipuan milik  pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sedangkan, untuk ketujuh tersangka lainnya, yakni Ahmad Zubairi, SP Ramanathan alias Vijay, Karmawi, Karimullah, Suryono, Mishal Budianto, serta Suparman belum  tuntas.

“Baru berkas tersangka Taat Pribadi yang kami serahkan. Untuk tersangka lainnya menyusul,” kata polisi yang namanya enggan dikorankan ini. Sejatinya, berkas perkara itu  dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Senin (14/11) lalu.  Namun, rencana itu batal dan baru bisa dikirim kemarin.

Loading...

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan jika tim penyidik telah  mengirimkan berkas penipuan dengan kerugian korban yang mencapai miliaran hingga triliunan ini ke Kejaksaan Jatim. Pihaknya menyerahkan secara penuh kasus penipuan berkedok memiliki ilmu metafisika (gaib) ini kepada tim penyidik Ditreskrimum.

“Ini merupakan wewenang dari tim  penyidik. Ya, tadi (kemarin) tim  penyidik telah menyerahkan berkas tahap satu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, kemarin (15/11).  Dia menjelaskan, untuk delapan tersangka dalam kasus penipuan ini masih dalam proses  penyidikan. Sebab, penyidik  membutuhkan waktu untuk  melengkapi berkas hasil dari pemeriksaan dari delapan tersangka tersebut.

“Ini kasus besar, butuh proses untuk menyelesaikannya. Intinya,  ada berkas yang rampung segera kami kirim ke Kejaksaan Jatim,” ungkap perwira dengan  tiga melati di pundaknya ini.   Apabila berkas diterima dan dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan, nantinya akan berlanjut ke tahap P21.

Proses itu akan menyerahkan tersangka plus seluruh barang bukti yang sudah terkumpul dari para korbannya.  Termasuk barang bukti emas batangan palsu dan sejumlah  uang kertas palsu milik almarhum Hj Najemiyah asal Makassar.

Dan, korban mantan penasihatan  hukum Padepokan Dimas Kanjeng, Moch Ali adal Kudus, Jawa Tengah, dengan kerugian mencapai Rp 35 miliar. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan, sambung perwira adal Kota Gudeg ini, belum  dapat memastikan kapan proses  P21 berlangsung.

“Kita tunggu saja hasilnya,” jelas Argo. Sebelumnya, Tim Ditreskrimum  selama hampir tiga bulan menangkap Dimas Kanjeng alias Taat Pribadi di pedapokan berpusat di Dusun Cengkelek, Desa Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis  pagi (22/9).

Awalnya, Taat Pribadi yang disebut memiliki lima istri ini terjerat kasus pembunuhan dua eks pengikutnya, Ismail Hidayah dan Abdul Gani. Setelah didalami, ternyata juga banyak pengikut yang melapor jadi korban penipuan bermodus penggandaan uang oleh tersangka. (radar)