Browse By

Proyek Bundaran Gladak Serang Sisa 30 Persen

sejumlah-pekerja-terlihat-tidak-memakai-apd-meski-sudah-mendapat-peringatan-sebelumnya-dari-disnaker

KANIGARAN – Pengerjaan proyek bundaran gladak serang terus dikebut. Pelaksana proyek dari PT Seribu Bintang Perkasa mengklaim, proyek tersebut  sudah mencapai 70 persen. Mereka optimistis, proyek yang menelan anggaran Rp 3,6 miliar tersebut bisa rampung tepat waktu, yakni pada 15 Desember mendatang.

Loading...

“Pengerjaan bagian yang lama,  sudah diselesaikan. Maka, sisanya juga sudah tinggal meneruskan,”  terang Sugianto, pelaksana proyek yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo di lokasi pengerjaan, kemarin (7/11). Saat ini, pekerja tengah melakukan pemasangan batu bata di samping kolam dan trotoar.

Termasuk, pemasangan keramik di bundaran juga masih dalam proses. Ironisnya, meski sudah diperingatkan oleh Dinas Tenaga Kerja  (Disnaker), namun masih ditemukan pekerja yang tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD).  Alasannya, semua pekerjanya  sudah profesional.

“Pekerja saya sudah ahli di bidangnya. Alat-alat sefety juga sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya. Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan pada Disnaker Ninuk Sri Lestari menyayangkan kenekatan pekerja maupun pelaksana.

Menurutnya, seahli  apapun tenaga kerja, alat pengaman wajib dipakai. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 1/1970  tentang Keselamatan Kerja.  “Semua pekerja wajib memakai  pelindung diri dan itu diberikan cuma-cuma oleh pelaksana.  Tidak ada alasan soal pintar  atau tidak. Kecelakaan kerja bisa terjadi pada siapa saja,” terangnya.

Menurut perempuan yang akrab  disapa Tari itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja terjadi. Sekitar 80 persen di antaranya disebabkan pekerja yang tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur   (SOP) pengerjaan, termasuk Pengabaikan APD.

“Sisanya karena lingkungan kerja yang tidak  aman,” jelasnya.   Ia juga menegaskan, Disnaker tidak tebang pilih dalam memberikan pemahaman bagi pelaksana maupun pekerja. “Semua  proyek kita awasi dari sisi keselamatan pekerjanya. Bukan hanya Gladak Serang saja. Karena memang tingkat risiko Gladak Serang ini tinggi,” jelasnya. (radar)