Browse By

Proses Lelang Alot, Belum Ada Pemenang

inilah-batas-ruas-tol-gempas-seksi-i-dan-ii-rembang-pasuruan-hingga-kini-pembangunan-fisik-untuk-ruas-tol-gempas-seksi-ii-masih-menunggu-pemenang-lelang

Pekerjaan Fisik Tol Gempas Seksi Dua

PANDAAN – Pembebasan tanah dan lahan untuk pembangunan ruas jalan tol Gempol–Pasuruan (Gempas) Seksi II (Rembang–Pasuruan) sudah mencapai 89,98 persen. Namun, pembangunan ruas jalan tol ini belum bisa langsung dilakukan. Sebab, proses  lelang pengerjaannya berlangsung alot.

Hingga saat ini, belum ada satu pun perusahaan jasa konstruksi yang ditetapkan  sebagai pemenang lelang. Seperti yang  ditegaskan Rudy Hardiansyah, project manager PT Transmarga Jatim Pasuruan pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (4/11).

Loading...

“Sampai saat ini, proses lelang pembangunan ruas tol Gempas Seksi II tengah berjalan. Belum ada pemenangnya,” katanya. Proses lelang sendiri, tidak dilakukan di Jakarta, seperti rencana sebelumnya. Namun, dilakukan di Kabupaten Pasuruan. Tepatnya, di kantor PT Transmarga Jatim  Pasuruan yang menempati gedung milik   PT Jasa Marga Pandaan Tol di Pandaan.

“Proses lelangnya kami lakukan secara terbuka, namun dalam perjalanannya  masih alot. Sehingga, sampai saat ini belum  ada pemenangnya,” tuturnya. Penyebab alotnya proses lelang ada beberapa faktor. Salah satunya, harga penawaran di atas harga perhitungan dari PT  Transmarga Jatim Pasuruan.

Menurut Rudy,  pembangunan fisik konstruksi ruas jalan  tol Gempas Seksi II, dianggarkan se kitar  Rp 400 miliar. Dananya saat ini bahkan sudah ada. Namun, tawaran dari para peserta lelang, di atas harga itu. Akibatnya, proses lelang berlangsung alot.

Sejauh ini, lelang sudah berjalan sekitar dua bulan. Namun, prosesnya belum juga selesai.  Ia sebutkan, saat ini ada tiga perusahaan  yang mengikuti proses lelang. Ketiga perusahaan tersebut, semuanya dari BUMN. Namun, sampai saat ini tawaran anggaran dari peserta lelang belum ada yang pas.

“Kami menargetkan, proses lelang selesai sebelum akhir tahun. Kemudian dilanjukan dengan penandatanganan kontrak. Jadi,  awal tahun depan pekerjaan fisiknya sudah bisa digarap,” tuturnya. (radar)