Browse By

Heboh, Video Guru Tendang Siswa Beredar di Probolinggo

heboh-video-guru-tendang-siswa-beredar-di-probolinggo

Komisi A Sidak ke SMKN 4

KADEMANGAN- Sebuah video berdurasi 39 detik, menjadi pembicaraan beberapa hari terakhir di Kota Probolinggo. Dalam video itu, seorang guru menendang siswa laki-lakinya di depan sebuah taman. Komisi A DPRD Kota Probolinggo pun langsung menyikapi hal ini.

Kemarin (2/10), Komisi A yang diketuai Ali Muhtar, sidak ke SMK Negeri 4 Kota Probolinggo. Sekolah asal guru dan siswa yang terekam dalam video tersebut.  Ketua Komisi A Ali Muhtar mengatakan, sidak bertujuan  mengonfirmasi kebenaran video yang beredar.

Sebab, pihaknya  mendapat laporan dari wali murid siswa yang menjadi korban penendangan guru dalam video  tersebut. Laporan disampaikan  ke Komisi A, dua hari yang lalu,  Senin (31/10)  “Kami ingin tahu maksud  dari penendangan tersebut.  Termasuk apa motivasi dari guru itu menendang siswanya.  Karena itu, kami sidak,” terangnya.

Berdasarkan penelusuran koran ini, video itu menyebar sejak beberapa hari terakhir.  Dalam video itu, Dk, siswa kelas XI SMK Negeri 4 ditendang oleh Ti, gurunya. Diduga, seorang  murid di sekolah setempat merekam kejadian itu. Kemudian,  rekaman itu diunggah ke media  sosial dan menyebar luas.

Menurut Ali Muhtar, penendangan dalam video itu terjadi sekitar pekan ini. Namun, dia juga mengaku tidak tahu pasti  kapan kejadiannya. Ali Muhtar menjelaskan, wali  murid dari Dk, juga mengaku tidak tahu kapan kejadian itu  berlangsung. Bahkan, wali murid tersebut tahu penendangan  yang menimpa anaknya dari  video yang beredar.

Komisi A sendiri datang bersama lima anggotanya. Mereka  tiba di SMK Negeri 4, sekitar pukul 12.30. Di sekolah, Komisi A ditemui Waka Kurikulum Ion Ansori, Waka Kesiswaan Iwan  Setiawan, dan sejumlah guru.  Sayangnya, Kepala SMK Negeri  4 Warnoto tidak ikut menemui.

Loading...

Kemarin, Warnoto ada kegiatan  lain di luar sekolah. Waka Kurikulum Ion Ansori menegaskan, pihak sekolah sudah mengetahui perihal beredarnya video itu. Ti, guru yang  dimaksud menurut Ansori, adalah guru tidak tetap (GTT).

Ti selama ini juga mengajar di sekolah lain. Di SMK Negeri 4, Ti mengajar sejak Januari 2016. Dia mengajar di Jurusan Otomotif kelas XI. Waka Kesiswaaan Iwan Setiawan juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, masalah ini sedang diselesaikan oleh  pihak sekolah.

Dalam hal ini, pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,  dewan guru, dan wali murid. Tujuannya, untuk menyelesaikan masalah ini. Termasuk menyikapi perbuatan Ti. Jika  memang ada sanksi, pihak sekolah sedang membahas secara internal, sanksi apa kira-kira yang  akan diberikan pada Ti.

Wali murid dari Dk, menurut Iwan, juga sudah menghadap sekolah. Wali murid tersebut ingin dipertemukan dengan Ti,  guru yang bersangkutan. “Waktu itu yang datang ke sekolah adalah paman Dk. Dia   ingin bertemu dengan Pak Ti di sekolah. Namun, hingga sekarang  (kemarin) pamannya Dk ini belum datang,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMKN 4 Wartono yang dihubungi koran ini membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu saat ini sedang ditangani sekolah.  “Kita akan rapatkan berkaitan dengan sangsi terhadap guru  tersebut,” terangnya.

Sekolah menurut Wartono,  juga sudah memanggil Ti. Bahkan, sudah diberi teguran. Namun, saat ditanya kapan, Wartono mengaku tidak ingat.  “Lupa saya. Minggu-minggu ini. Yang jelas yang bersangkutan sudah diberi teguran,” katanya.

Namun, terlepas dari semua itu, menurut Wartono, aksi penendangan itu tidak ada dalam SOP  (standar operasional prosedur)   mengajar. Sehingga, aksi tersebut tidak dibenarkan. “Ini tidak ada dalam SOP. Namun, hanya   human error,” lanjutnya.

Ia berharap, kejadian itu tidak menimbulkan persepsi yang tidak-tidak pada SMK Negeri 4. Selain itu, sekolah yang  berbasis  taruna ini memang menjunjung  tinggi kedisiplinan. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep guru
  • video ngentot anak sekolah
  • video ngentot anak
  • video bokep anak sekolahan
  • bokep anak paksa ngentot