Browse By

Serapan Tembakau Belum Maksimal

seorang-petani-tembakau-di-kabupaten-probolinggo-memeriksa-tanaman-tembakaunya-sejauh-ini-hasil-panen-tembakau-petani-belum-maksimal-terserap-gudang

Harga Mulai Turun

KRAKSAAN – Gudang tembakau sudah menerima hasil panen tembakau milik petani di Kabupaten Probolinggo, sejak Agustus lalu. Namun, sejauh ini penyerapan hasil panen tembakau itu belum maksimal.

Bahkan, kini petani mulai dipusingkan dengan harga tembakau yang lebih rendah dari harga normal.  Salah seorang petani asal Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Buchori mengatakan, penyerapan gudang tembakau belum maksimal.

Sejauh ini, masih banyak tanaman tembakau milik petani yang belum dibeli.  Selain itu, harga tembakau juga mulai anjlok. Menurutnya, harga tembakau biasanya dibeli antara Rp 33.000 hingga Rp 34.000 per kilogram. Tapi, kini paling tinggi hanya  Rp 30.000 per kilogram.

Loading...

“Harga tembakau sekarang menurun sangat drastis dari harga biasanya,” ujarnya. Terpisah, Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur Achmad Muzammil mengatakan, tahun ini luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo  mencapai 9.000 hektare.

Areal itu tersebar di 7 kecamatan. Meliputi, Kecamatan Gading, Krejengan, Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Ko taanyar, dan Paiton. Namun, dari 9.000 hektare itu, sejauh ini 1.500 hektare di antaranya belum terserap  gudang.

Tembakau yang belum terserap  gudang itu, tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya, sebagian di Kecamatan Pakuniran, Besuk, dan Paiton. Sebab, mereka baru menanam mulai Agustus. Sehingga, panennya baru dimulai pada Oktober.

Meski demikian, Muzammil memastikan  penyerapan oleh gudang akan terus dilakukan. Tapi, yang menyerap hanya gudang kecil, karena gudang besar sudah tidak bersedia  membeli karena pertimbangan kualitas  tembakau.

“Petani tidak perlu risau. Sebab, saya pastikan tembakau akan terus diserap,” ujarnya. Muzammil menjelaskan, ada konsekuensi  yang harus ditanggung petani. Yakni, harga  beli tembakau oleh tengkulak jauh lebih rendah dari harga biasanya.

Seperti, tembakau yang menghitam karena kekurangan sinar matahari harganya hanya berkisar Rp 15.000 per kilogram.  “Ini karena kualitas tembakau rendah akibat faktor hujan,” ujarnya. (radar)