Browse By

Dispendik Kota Probolinggo Bakal Merger 12 SDN Negeri

sd-negeri-kedungasem-1-2-dan-3-yang-akan-dimerger

Ditarget Sampai Akhir Tahun

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Probolinggo akan memerger atau menggabungkan sejumlah SD Negeri. Targetnya, sampai akhir tahun 2016, akan ada 12 SD yang dimerger.

Kadispendik Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, menegaskan hal ini, usai diskusi membahas pelaksanaan Full Day School, Sabtu (24/9) di ruang Sabha Bina Praja,  Kota Probolinggo. Menurutnya, merger pada 12 SD negeri akan dilakukan secara bertahap sampai akhir  tahun nanti.

Tujuannya, di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Terutama dari segi managemen sekolah.  “Apalagi melihat berkembangnya sekolah-sekolah swasta yang semakin maju di Kota Probolinggo. Perlu ada pembenahan di SD Negeri,” ujar Tiyok, panggilannya.

Loading...

SD-SD yang dimerger menurut Tiyok, terutama SD yang berada di satu halaman. Harapannya, sebagai sesama sekolah negeri, tidak timbul persaingan antara SD negeri tersebut. Adapun 12 SD negeri yang akan  dimerger ada di Kelurahan Kedungasem dan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih.

Lalu, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran dan Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.  Yaitu, SDN Kedungasem 1,2,3;  Sumber Taman 1,2,3; SD Kanigaran 1,2,5 dan SD Mayangan 2,3 dan 6.  Asin, Kabid Pendidikan Dasar di Dispendik Kota Probolinggo menambahkan, merger diutamakan pada sekolah-sekolah yang  berada di satu halaman.

“Penggabungan ini bukan hanya karena jumlah siswa kurang. Namun, lebih pada peningkatan menajemen sekolah. Diharapkan sekolah dalam satu halaman ini  tidak saling bersaing dari segi  prestasi maupun mendapatkan siswa baru,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti,  kelas-kelas akan dibuat paralel,  mulai kelas 1 sampai kelas 6. Seperti, kelas 1A, 1B, 1C dan  seterusnya, menyesuaikan dengan sekolah. Jadi, kelas antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain, tidak digabung.

“Yang ada, dibuat kelas paralel seperti di SD Negeri Sukabumi  2,” ujarnya. Sementara itu, posisi kepala sekolah akan berubah. Dengan memerger sekolah, maka hanya  akan ada satu kepala sekolah.  “Nanti akan kami lihat juga kepala sekolah yang kompeten. Selain itu juga ada kepala sekolah yang akan pensiun juga,”  jelasnya. (radar)