Browse By

Kenal Dua Bulan, Sepakat Menikah

dr-h-mufti-aimah-nurul-anam-dan-hj-wardah-nafisah-hari-ini-akan-melangsungkan-pernikahan-di-ponpes-bayt-al-hikmah-kota-pasuruan

Kisah Pertemuan Adik Bupati Banyuwangi dengan Putri KH Idris Hamid

SAAT sekilas memandang wajah dr. H. Mufti Aimah Nurul Anam, orang akan langsung ingat pada Bupati Banyuwangi saat ini, Azwar Anas. Ya,  wajah keduanya nyaris identik. Tidak heran, dr. Mufti adalah adik kandung  Azwar Anas.

Namun, berbeda dengan kakaknya  yang politisi. dr Mufti merupakan lelaki multitalenta yang punya banyak kegiatan.  Selain sebagai dokter, dia juga seorang pengusaha di berbagai bidang. Namun, karirnya yang melejit tidak membuatnya lantas besar kepala.

Loading...

Hal itu tampak saat Jawa Pos Radar Bromo berbincang dengannya dan calon istrinya, Hj. Wardah Nafisah, menjelang akad nikah keduanya, hari ini (25/9). Dengan ramah, Gus Mufti, sapaan akrabnya, mempersilakan koran ini duduk.

Pasangan tersebut tampak berbinar-binar saat ditanya kisah pertemuan mereka, hingga menuju pelaminan.  Gus Mufti, lantas mulai mengisahkan kisah cintanya dengan putri KH. Idris Hamid, kiai kharismatik asal Pasuruan.

Perkenalan sejoli yang usianya terpaut  tujuh tahun itu, cukup singkat. Mereka baru bertemu dua bulan lalu, tepatnya Juli 2016. Itupun awalnya, keduanya menyi kapi pertemuan itu biasa saja.  Tidak ada firasat sedikitpun,  bahwa pertemuan itu menakdirkan mereka menikah.

Ceritanya, saat Ramadan lalu,  Gus Mufti umrah bersama gurunya, KH. Agus Ali Masyhuri, Sidoarjo. Saat di Jeddah, lelaki  itu melihat gurunya takdim  pada seorang ibu. Gus Mufti pun penasaran. Dia ingin mengetahui perempuan yang begitu  dihormati oleh gurunya.

Dia tidak tahu, bahwa perempuan itu adalah Hj. Kuni Zakiah, pengasuh Ponpes Salafiyah dan  Ponpes Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan. “Saya lalu membelikan parfum untuk ibu tadi, sebagai bentuk penghormatan dan ngalap barokahnya,” tuturnya.

Waktu itu, tidak terlintas keinginan yang muluk di benak laki-laki kelahiran Banyuwangi, 24 Desember 1987 itu. Niatnya menghormati Hj. Kuni Zakiah,  murni bentuk tawaduk.  Pulang umrah, sang kakak, Azwar Anas memintanya untuk   bersilaturahim kepada KH. Idris  Hamid, pengasuh Ponpes Salafiyah Kota Pasuruan, yang tidak  lain suami dari Hj. Kuni Zakiah.

Saat itu, Gus Mufti sedang ada  acara di Singapura. Namun,  demi permintaan kakaknya, dia  membatalkan acara tersebut. “Saat itu saya sudah feeling akan  dikenalin dengan siapa. Akhirnya  acara di Singapura saya cancel   dan mengutamakan urusan ini,”  terang lulusan pendidikan dokter umum Univeritas Wijaya Kusuma Surabaya yang juga lulusan Estetika Medik dari CIBTAC  London dan peraih Diploma in  Bussiness Management University Quessland Australia, itu.

Gus Mufti akhirnya menuju kediaman KH. Idris Hamid di kompleks Ponpes Salafiyah Kota Pasuruan, untuk bersilaturahim pada 27 Juli 2016. Tak disangka, selain berksempatan bersilaturahim dengan pengasuh ponpes itu, Gus Mufti juga bertemu Hj. Kuni Zakiaah dan putrinya Hj. Wardah Nafisah.

“Dari situ saya baru tahu kalau   perempuan yang saya temui diJeddah itu garwo (istri) dari  Kiai Idris. Saat itu juga saya dikenalkan dengan Wardah, tapi hanya sebentar saja ditemui,”  tutur Gus Mufti tersenyum. Benih-benih cinta keduanya  memang tidak disangka-sangka datangnya.

Ning Wardah (panggilannya) pun turut mengisahkan, pagi sebelum kedatangan Gus Mufti ke kediamannya, sang ibunda menceritakan akan ada laki-laki adik Pak Azwar Anas yang akan datang bertamu.  Ibundanya pun meminta perempuan belia yang baru saja menamatkan pendidikan Jurusan Keperawatan di Universitas   Indonesia itu untuk menemui  laki-laki tersebut.

“Saya saat itu juga tidak tahu. Saat ibu menyampaikan itu saya langsung  bilang nggih nanti saya temui,”  tuturnya. Ning Wardah mengaku, biasanya  dirinya tidak langsung mengiyakan kalau ada hal seperti itu. “Saat awal melihat orangnya (Gus  Mufti, Red), saya juga langsung  sreg. Kelihatan dari wajahnya kalau orangnya sabar dan ngemong,” katanya tersenyum.

Namun, Ning Wardah saat itu  tidak berani menaruh rasa kepada laki-laki berkacamata yang  datang ke rumahnya itu. “Tapi   dari awal saya sudah merasa mantap. Simply, he is everything that I could ask,” tutur kelahiran  Pasuruan, 9 Mei 1994 itu.

Komunikasi serius keduanya baru terjalin saat keduanya bertemu di Surabaya pada 28 Juli.  Dan, pada akhirnya, pertemuan singkat itulah menjadi awal lahirnya cinta antara keduanya. Dan  Kamis, 4 Agustus, Gus Mufti pun melamar gadis pujaannya itu.

“Masih merasa tidak percaya dengan proses yang telah kami  jalani. It’s like, quite too surreal  to be true (ini seperti mimpi yang   menjadi kenyataan),” imbuh putri keempat dari lima bersaudara itu. Selanjutnya, keduanya akan melangsungkan akad nikah, hari ini (25/9) di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. (radar)

Incoming search terms:

  • kh idris hamid
  • mufti anam
  • adek bupati banyuwangi abdulah azwar anas