Browse By

Langgar Larangan Polisi, Pembalap Tak Pakai Wearpack

dua-peserta-drag-bike-beradu-cepat-di-jalan-mastrip-kota-probolinggo-kemarin

MAYANGAN – Belasan pembalap dari 245 pembalap dalam ajang Drag Bike di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, nekat melanggar larangan polisi, kemarin (18/9). Belasan pembalap asal luar daerah itu nekat turun  arena dengan tak memakai wearpack alias baju pengaman seperti diharuskan Polres Probolinggo Kota.

Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara panitia dengan Polres Probolinggo Kota. Yakni, setiap pembalap harus melengkapi  diri dengan wearpack. Tapi, ternyata kesepakatan ini banyak tak sampai ke peserta  asal luar daerah. Sehingga, mereka tak siap dengan wearpack-nya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo melalui Kasatintel Iptu Dartok Darmawan mengatakan, pihaknya mengizinkan drag bike dilakukan di wilayahnya dengan catatan tetap mengutamakan keselamatan pengemudi.

Sehingga, peserta diwajibkan menggunakan wearpack selayaknya race. Meski dalam aturan  drag berbeda dengan race. Dartok mengatakan, menurut panitia, sesuai aturan Ikatan Motor Indonesia (IMI), drag hanya menggunakan pengaman kaki, tangan, dan kepala.

Tapi, sesuai kesepakatan polres dan panitia, ada aturan tambahan. Yakni,  pembalap harus menggunakan wear pack. “Setelah dilakukan koordinasi, panitia bersedia dengan adanya aturan tambahan ini. Kami tidak mengubah aturan yang ada. Hanya kami menambahkan adanya wearpack  demi keselamatan pengendara. Itu, sudah  di setujui. Jika tidak, kami tidak akan mengeluarkan rekomendasi,” ujar Dartok.

Namun, adanya aturan tambahan ini ternyata belum bisa diterima oleh sejumlah tim.  Sehingga, pembalap mereka nekat turun  lintasan tanpa wearpack. Karenanya, masalah  ini sempat menjadi perdebatan antara pihak  keamanan, peserta, dan panitia.

Loading...

Terutama,  peserta dari luar daerah. Maklum, dalam drag kemarin juga banyak peserta dari luar daerah. Seperti, Blitar, Kediri, Gersik, dan Malang. Sejumlah tim dari  luar daerah merasa tak mendapatkan informasi terkait adanya aturan tambahan ini.

Selain itu, juga tidak adanya aturan untuk drag menggunakan wearpack. Serta, banyak  tim kecil yang tidak memiliki wearpack. Peserta juga tidak mau memakai wearpack yang disediakan panitia. Alasannya, pembalap akan merasa tidak nyaman karena tidak terbiasa. Sehingga, akan mengganggu jalanya perlombaan.

“Untuk lokal dam pemula okelah bagus dengan wearpack. Namun, bagi kami itu justru menjadi bomerang. Soalnya, joki kami tidak biasa dengan wearpack. Apalagi, yang di sediakan ukuranya besar. Kami selalu mengikuti peraturan yang ada. Dan, yang  kami pahami, tidak ada aturan di IMI menggunakan wearpack untuk drag,” ujar salah   satu personel tim asal Gersik yang enggan namanya dikorankan.

Setelah sempat bedebat panjang, balapan akhirnya dilajutkan. Pihak kepolisian akhirnya mengalah dan panitia melanjutkan balapan meski ada belasan peserta yang tak memakai wearpack. Panitia juga menegaskan, akan  bertanggung jawab penuh bila terjadi apa- apa kepada pembalap asal luar daerah.

“Kami akan bertanggung jawab penuh, bahkan jika perlu kami siap hari ini juga  (kemarin) menandatangani perjanjian tentang tanggung jawab ini,” ujar penanggung jawab  perlombaan yang juga panitia, Aji di hadapan Dartok.

Aji mengakui adanya aturan tambahan  itu. Pihaknya juga telah  menginformasikan kepada peserta. Tapi, ternyata masih ada  peserta yang tak siap dengan wearpack. Mendapati itu, Dartok mengatakan, tak  akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu  pada pembalap yang tak mematuhi aturan.

“Kalau misalkan kesepakatan dari panitia tetap dilanjutkan dengan tidak menggunakan wear pack, jika terjadi apa-apa, tanggung  jawab sepenuhnya diserahkan ke panitia,” ujarnya. (radar)